Kiai Pesantren Nur Antika: Bupati Tangerang Tepat Utus Kepala Dinsos Datang ke Pondok Pesantren



KH Encep Supandi dan Anggota DPRD Tangerang Selatan dari PKB

KH Encep Supandi dan Anggota DPRD Tangerang Selatan dari PKB

TANGERANG | BantenLink.Com — Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nur Antika, Tigaraksa, menilai kehadiran Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial, HM Arsad, yang ditugaskan Bupati A Zaki Iskandar di Musabaqah Kitab Kuning 2017 sebagai hal yang tepat agar mengetahui kondisi Ponpes yang memerlukan perhatian.

Tak itu saja, Kiai yang pernah menyantri di Ponpes Babussalam Cimone, Kota Tangerang itu, tanpa mengurai maksudnya, menyebutkan para santri bahkan menyambut antusias kedatangan banyaknya anggota DPRD dari Kabupaten/Kota se- Propinsi Banten dan berharap, kegiatan Ponpes dan ilmu santri bermanfaat untuk bangsa.

“Makanya, sebagai alumni Ponpes Babussalam Cimone, saya siap menjadi juri pada Musabaqah Kitab Kuning yang dilaksanakan di Pesantren Nur Antika pada Minggu 19 Maret 2017 ini,” ujar KH Encep Supandi pada sambutan pembukaan Musabaqah Kitab Kuning, di Tigaraksa, Minggu (19/3/2017).

Bohong pula, katanya, jika Ponpes tidak memperhatikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bahkan karena adanya Musabaqah Kitab Kuning yang digagas PKB dan bertotal hadiah Rp 500 juta pula anak-anak santri Ponpes-nya begitu sigap dan antusias mempersiapkannya.

“Pelaksanaan musabaqah selama 1 hari hingga malam, dan langsung diumumkan pemenangnya untuk mewakili ke Musabaqah Kitab Kuning Tingkat Propinsi Banten.

Meskipun ada kekurangan dan ketidakpuasan, tapi harus disyukuri. Setidaknya, Juara Musabaqah Kitab Kuning nanti harus berasal dari Zona 1 atau Wilayah Tangerang Raya,” tandasnya.

Pesan Qunut dan Wirid

Selain itu KH Encep Supandi yang juga sebagai pembina PKB Propinsi Banten itu kehadiran anggota DPRD dari PKB juga harus mengurus ubudiah. Misalnya, hukum ziarah, qunut dan wirid yang semakin menghilang bisa dilestarikan anggota DPRD.

“Kalau dulu di Mesjid sering terdengar kehilangan sendal atau bertukar sarung di Mesjid, kini malah kehilangan qunut dan wirid. Ilmu Salafiah NU bertukar dengan salafi golongan lain.

Untuk itu jika di Propinsi Banten ada sebanyak 32 anggota DPRD di Propinsi Banten, kita semoga bisa menjadi ketua DPRD di daerah masing-masing,” canda KH Encep Supandi. (edy)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply