Musabaqah Kitab Kuning Ruang Ekspresi dan Pelestarian Ahlussunnah wal Jamaah

Khoirul Huda

Khoirul Huda


TANGERANG | BantenLink.Com — Musabaqah Kitab Kuning dimaksudkan untuk memberikan ruang ekspresi para santri dan melanjutkan tradisi ahlusunnah wal jamaah.

Hal itu diungkapkan Ketua GP Anshor Kabupaten Tangerang, Khoirul Huda, pada sambutan pembukaan Musabaqah Kitab Kuning se-Tangerang Raya, di Pondok Pesantren Nur Antika, Minggu (19/3/2017).

Menurut dia, Musabaqah Kitab Kuning yang digagas A Muhaimin Iskandar telah dilaksanakan sejak tahun 2016.

Ia mengatakan, kegiatan Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Nur Antika Tigaraksa mendapatkan sambutan luar biasa.

“Ada 90 peserta Ponpes yang mengikuti, terdiri dari putra putri dari berbagai pondok pesantren. Banyaknya peminat juga disebabkan berhadiah total Rp 500 juta,” ucap Huda, Minggu (19/3/2016).



Lebih jauh disebutkannya, musabaqoh didukung oleh pengurus dan anggota legislatif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se- Propinsi Banten.

“Antusias para anggota dewan hadir sebagai bukti kepedulian PKB pada Ponpes,” imbuh Khoirul Huda.

Musabaqah Kitab Kuning di Ponpes Nur Antika ini disebutkannya merupakan yang ke-2 dilaksanakan. Setahun lalu diadakan di Pandeglang.

Tahun 2017 ini dilakukan dilakukan dalam 2 Zona, yakni Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan) serta di Pandeglang (Zona Barat meliputi Lebak Pandeglang, Serang dan Cilegon.)

“Banyaknya peserta yang ikut lomba menyebabkan waktu yang seharusnya sehari terpaksa dituntaskan hingga malam hari.

Pemenang selanjutnya naik ke tingkat Propinsi Banten, dan diharapkan zona Tangerang Raya menjadi pemenangnya,” terang Khoirul Huda.

Disebutkan Khoirul Huda, pelaksanaanaanya dilakukan secara bertahap, mulai penyaringan hingga grand final. Setelah pelaksanaan di tingkat provinsi, puncak musabaqah akan tampil pada hari ulang tahun PKB. (edy)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply