DEMOKRASI AMBURADUL : HAMPIR SEMUA PARTAI TERJERAT KORUPSI



Memprihatinkan kondisi partai politik di Indonesia. Hampir – hampir tidak ada satupun yang bersih dari kasus korupsi, termasuk partai politik yang selama ini mengusung visi sebagai partai yang paling bersih ternyata kader-kadernya banyak juga berlumuran korupsi.  Data yang di publikasikan Kementerian Dalam Negeri terkait izin pemeriksaan terhadap anggota legislative baik di tingkat provinsi  maupun kabupaten dan kota menunjukan tidak ada satupun partai politik yang memiliki kursi terlepas dari jeratan syahwat korupsi dari kadernya. Diluar partai-partai besar seperti Partai Demokrat, Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, maka  selama kurun waktu 2004-2012 anggota DPRD Provinsi yang berasal dari partai politik lainnya tercatat ; PPP 40 orang, PAN 23 orang, PKB 16 orang, PKS 10 orang.  Sementara anggota DPRD Kabupaten dan kota yang terjerat korupsi PPP 39 orang,  PKB 30 orang, PAN 28 orang, Partai Hanura 28 orang, PKS 27 orang dan Partai Gerindra 19 orang.Dalam keadaan demikian sulit sekali pemilih untuk menjaga konsistensinya saat partai yang diyakini juga larut dalam pengkhianatannya kepada rakyat dengan melakukan korupsi.  Masyarakat akan berpikir ribuan kali untuk terus mendukung partai yang juga secara terang-terangan dan terang benderang tanpa malu-malu kader-kadernya melakukan perbuatan yang sangat memalukan ini.Wajar saja hasil survey yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dengan tema “Kecenderungan Swing Voter Pemilih Partai Menjelang 2014″ mengungkapkan hanya 15 persen saja pemilih di Indonesia yang memiliki kedekatan dengan partai politik. Maka 85 persen pemilih cenderung bebas terbang kesana-sini mencari partai politik yang memiliki komitmen kuat untuk menjadi penyalur aspirasi dan peningkatan kesejahteraannya. Meningkatnya massa mengambang (floating mass) merupakan kabar buruk bagi pembangunan politik dari sisi Institusionalisasi Politik. Indikasi ini mengisyaratkan mulai berbondong-bondongnya pemilih meninggalkan partai politik yang selama ini digandrunginya.  Lihat saja data tingkat partisipasi politik yang terus menerus menurun dari tahun ke tahun.  Tingkat partisipasi politik pemilih yang mencapai 90 persen awal reformasi sekarang ini sulit untuk bisa diangka 70 persen. Inilah tanda-tanda kehidupan demokrasi yang semakin amburadul  apabila partai politik tidak segera memperbaiki positioning politiknya untuk kembali ke idealisme pendiriannya.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply