Kades Tegalsari: Ukur Jalan Kalau Tak Dibangun Bisa Didemo Warga

Kades Tegalsari

Kades Tegalsari

TANGERANG | BantenLink.Com — Menjalankan tugas sebagai Kepala Desa harus komunikatif dan dekat dengan masyarakat. Harus mendengar aspirasi warga, sehingga tercipta hubungan yang sinergi dan kerjasama yang baik. Kalau tidak bisa tak kondusif, misalnya ketika merencanaan pembangunan desa atau kalau sudah diukur tapi tidak dibangun, bisa- bisa didemo masyarakat.
Demikian diungkapkan Kades Tegalsari Kabupaten Tangerang, Banten Edi Jumadi mengenai lika-liku dan suka-duka menjadi pimpinan di desa. Namun syukurlah sebagai orang nomor 1 di Desa Tegalsari dirinya berhubungan sangat baik, sehingga antara Kades dan warga sangat kompak.



Dikemukakan Edi Jumadi didampingi Sekdes M Muhdi SIP kekondusifan sangat terasa di wilayah seluas 250 hektar berpenduduk 4500 jiwa dengan 1163 kepala keluarga yang tersebar di 15 RW 5 kejaroan ini. Meskipun sebagian penduduk berprofesi sebagai petani sawah dan palawija meski berpendidikan rata-rata tingkat SMA telah membuat pembangunan berjalan maksimal dan sebagai mana mestinya.
Untuk tahun 2016 telah berjalan pembangunan seperti jalan lingkungan konblok, drainase Terlebih pembangunan yang berasal dari aspirasi dewan maupun proyek kecamatan. Hal ini menyebabkan pembangunan fisik dan nonfisik bisa dikatakan mencapai sasaran dan dilaksanakan seluruhnya. Mulai paving blok, drainase, turap dan rehab gedung Posyandu.

Sayangnya, meskipun tak jauh dari Puspemkab Tangerang tidak ada SMAN, SMPN Negeri kecuali SD Negeri sebanyak 3 unit. Namun jika dilihat potensi pondok pesantren kobong jumlahnya cukup banyak. Mengenai kesehatan masyarakat terbilang tidak ada penyakit yang mengkhawatirkan warga kecuali di musim hujan adanya wabah demam berdarah. (edy)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply