Desa Cempaka Sosok Wilayah di Tangerang yang Mulai Menggeliat

Kepala Desa Cempaka, Ketua LSM Biak dan Masyarakat

Kepala Desa Cempaka, Ketua LSM Biak dan Masyarakat

TANGERANG | BantenLink.Com — Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, terletak sekitar 12 kilometer dari ibukota kabupaten di Kota Tigaraksa. Saat ini desa tersebut mulai dikenal di wilayah Banten dengan pencapaian prestasi seperti MTQ, seperti mewakili Kecamatan Cisoka.

Menurut Dedi sebagai KAUR Perencanaan Desa Cempaka, baru-baru ini di bawah pimpinan Kepala Desa bernama Ade Saepudin bekerjasama dengan LSM Biak menyelenggarakan acara bakti sosial Desa Cempaka Gemilang dalam pengobatan gratis, penjualan sembako murah dan pameran hasil produksi masyarakat desa. Diharapkan kegiatan semacam kini akan selalu dilaksanakan agar Desa Cempaka bisa semakin dikenal dan menggeliat.

Dengan luas lahan sekitar 260 hektar Desa Cempaka berbatasan dengan Desa Karangharja (di barat), Desa Solear (Selatan) Bojongloa (Utara) serta Desa Sukatani dan Desa Cisoka (Timur). Saat ini jumlah penduduk sekira 7500 jiwa. Terdiri dari 10 RW dan 33 RT. Desa Cempaka terdiri dari beberapa kampung seperti Cikarang, Sadang, Lombang, Cempaka, Jalul, Sigeng, sekcang, dan Cileget. Diperkirakan dalam waktu yang singkat jumlah penduduk akan terus bertambah akibat semakin baik infrastruktur jalan dan adanya perumahan BTN yang mulai dibangun sejak 7 tahun lalu.

Pendidikan masyarakat rata-rata berpendidikan SLTA, namun yang setara S1 ke atas diperkirakan juga banyak, terutama warga Perumahan Suryajaya (Annieland). Tapi Pemerintah Desa Cempaka masih belum mempunyai data yang akurat, karena warga perumahan masih banyak yang memindahkan administrasi kependudukan dari daerah asalnya.



Soal lembaga pendidikan yang ada di desa Cempaka, ada banyak PAUD yang tersebar di permukiman penduduk, SD Negeri sebanyak 3 unit, terbanyak adalah sekolah yang dikelola swasta. Misalnya MTS Nurul Jannah, SMP-SMA Nurul Jannah, MTS Alhusna. Sayangnya, SMP dan SMA negeri tidak ada di Desa Cempaka. Sedang untuk pendidikan nonformal berjalan, sebab 5 pondok pesantren tradisional (kobong) yang tersebar di 3 kampung di Desa Cempaka, 3 diantaranya berdomisili di Kampung Cikarang, 1 di kampung Sadang dan 1 lagi di tempat lainnya.

Untuk kondisi kesehatan rata-rata baik. Jarang ada penyakit serius yang dialami masyarakat desa Cempaka. Kalaupun ada, yakni sakit demam dan terkena DBD saja. Baru-baru ini ada seorang nenek 70 tahun yang tinggal seorang diri di Blok A Perumahan Suryajaya. Saat ditemukan warga sedang tak sadarkan diri di rumahnya langsung mendapatkan pertolongan warga. Sebelum kematian nenek tersebut, Warga dan Kades Cempaka, Ade Saepudin, sempat mengurusinya hingga dirawat sehari semalam di Puskesmas Cisoka. Selama ini kalau ada warga yang sakit biasanya berobat sendiri atau datang ke klinik swasta Mulya Sehat yang dikelola dr Asih, atau berobat ke dr Tommy. Jika darurat tak banyak dana untuk berobat biasanya warga datang sendiri ke Puskesmas Cisoka, atau mendapatkan rujukan pengobatan ke RSU Balaraja.

Bidang infrastruktur selain baiknya jalan desa/kecamatan, sebagian besar ruas jalan lingkungan telah dibangun conblok yang dananya bersumber dari APBDes, sedangkan pembangunan drainase terdapat di kampung Cipari.

Pemberdayaan Masyarakat, pada 2016, masyarakat dengan KUBE mengadakan budi daya ikan lele di kampung Jalul. Perseorangan juga menanam padi dan palawija seperti ketimun, kacang panjang, kangkung, cabe dengan dana pribadi di tanah sendiri atau menggarap di tanah PT. Sebagian warga lainnya bekerja formal atau wirausaha bengkel motor atau yang lainnya seperti rumah makan atau warung sembako.

Berdasarkan pendataan Desa Cempaka terdapat beberapa industri rumah tangga seperti kerajinan alat helm dimana bahan dibawa dari pabrik. Di desa Cempaka ada juga pembuatan kue ringan dan bronis. Namun hingga kini desa Cempaka belum mempunyai pasar desa. (edy)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply