Kades Berprestasi Sumantri: Masyarakat Butuh Kades yang Mau Mengabdi



Kades Pete Sumantri

Kades Pete Sumantri

TANGERANG | BantenLink.Com — Meski sebagai desa kecil (setelah ada pemekaran desa Tegalsari) Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, tak ketinggalan dari desa lainnya. Soalnya desa dekat ibukota Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, ini sarat dengan kearifan lokal kekompakan penduduk pribumi dan pendatangnya.

Kades Pete, Sumantri, mengatakan meski dalam keterbatasan potensi desa, dia bangga kekompakan warganya. Untuk itu dirinya selalu memikirkan agar desa yang dipimpinnya semakin maju. Dalam pengabdian pada masyarakat, dia bahkan mengutamakan pelayanan pada warga. Sampai-sampai sebagai Kades tak mau pusing soal strata pendidikan.

“Masyarakat desa tak membutuhkan Kades yang lulus kuliahan, tapi menginginkan yang mau mengabdi kepada rakyat. Sebab Kades harus mengabdi pada rakyat, jadi mikirin masyarakat saja pusing, lebih baik fokus memikirkan warga,” ujar Sumantri saat ditemui bantenlink.com di kantornya, Jumat (30/12/2016).

Akibat full memikirkan rakyat, tak heran Kades ini meraih prestasi untuk desa di bawah pimpinannya. Tahun 2015, warganya menjadi juara matematika tingkat propinsi Banten. Desa Pete juga menjadi juara 1 Penghijauan lingkungan di propinsi yang sama serta warganya kerap menjadi juara sepakbola untuk tingkat kabupaten.

Dia informasikan, di wilayahnya dia menggiatkan segala kegiatan yang menjadi program pemerintah, diantaranya pemanfaatan beberapa halaman rumah untuk bantuan bibit yang diberikan Dinas Pertanian, yang hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Pete.

Selain itu, dipaparkan Sumantri, desa Pete dikenal dengan aktivitas pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di beberapa RT RW, seperti pembuatan tas dari bahan bekas kemasan plastik yang dikelola komunitas RW 05 dibawah pimpinan Ibu Kamidi.

“Pusingnya juga menyangkut kantor desa tidak bisa dibangun. Di masa kepemimpinan kades yang lama, almarhum Surahman, dulu pernah tukar guling lahan atas nama Jumah. Kini ahli waris Jumah mempermasalahkan,” imbuhnya.

Sementara, Sekretaris Desa (Sekdes) mengatakan dengan luas wilayah 250 hektar, Kades, perangkat desa dan masyarakat harus solid memajukan desanya. “Jumlah penduduk ada 14 ribu jiwa 3600 Kepala Keluarga. Warga desa Pete rata-rata berpendidikan SMA. Di 3 Kejaroan Perumahan Puri dan kampung ada 4 RW dan 22 RT memajukan desa bersama-sama,” kata Mahjudin SIP.

Karena wilayah perkampungan dan perumahan BTN, tambahnya, membuat pekerjaan warga Desa Pete sebagai karyawan (PNS) dan bidang nonformal (petani, pedagang). Petani padi, singkong, pekerja bengkel mobil-motor, kerajinan membuat tas dari limbah oleh ibu rumah tangga.

Disebutkannya, kondisi jalan di desa Pete (kampung Sikluk, Pete, Pabuaranasem, Kelapadua, Kadu) rata-rata terbilang bagus. Kecuali jalan di perumahan, jalan kampung telah dipaving dari Dana APBDes sekitar 70%. Namun masih minim (tidak semua) dalam pembangunan turap dan drainase.

Sedang pembangunan infrastruktur di Perumahan Puri 1 dan 2 berasal dari dana aspirasi anggota DPRD. “Soal lembaga pendidikan di desa Pete ada sebanyak 2 SD Negeri, MI Swasta Mubarok, MTs Al Mubarok, SMP swasta Dewi Kunto dan SMA Al Mubarok,” pungkasnya. (edy).

Bukti prestasi, kegiatan dan kantor desa Pete

Bukti prestasi, kegiatan dan kantor desa Pete

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Comments are closed.