Penambangan Pasir Diduga Ilegal dan Membahayakan Marak Lagi di Tangerang



TANGERANG | BantenLink.Com — Penambangan pasir diduga liar kembali marak di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten.

Aktivitas penggalian bawah tanah di Kampung Munjul Tegal itu mempekerjakan pula puluhan buruh gali yang bekerja tanpa menggunakan alat pengaman.

Usaha penggalian pasir di bawah permukaan tanah diduga dilakukan mantan kepala desa (Kades) ES, yang disebut-sebut menggali tanah sebuah PT dan Engkong Wardi.

Seorang informan kepada bantenlink.com menyebutkan, tak mengetahui jelas siapa pemilik tanah galian sekarang ini, tapi dia perkirakan milik ED.

Sayangnya, meskipun melakukan usaha, ditengarai tanpa mengantongi izin penambangan, karena di lokasi tidak terlihat dipasang papan merek.

Mirisnya, para pekerjanya yang dikabarkan bukan warga pribumi Desa Pesanggrahan, dan nampak tidak dilindungi alat pengaman.

Seorang warga kampung Cigaling, yang berdekatan lokasi, tanpa mau menyebut namanya, mengatakan penggalian pasir bervolume cukup besar dengan kedalaman yang tinggi.

Pada Kamis 29 Desember 2016, bantenlink.com melihat tampak dua mobil truk sedang memuat pasir yang baru disedot dari tanah galian.

Didapat keterangan, sebagai pengusaha penambangan pasir, ES tidak menggunakan tenaga kerja dari Desa Pesanggrahan, tapi merekrut buruh gali dari Desa Cikuya, Maja dan Koja.

Warga tersebut menuturkan, waktu dulu penggalian pasir cukup dengan alat sangat tradisional, memasukkan pasir ke wadah dan mengangkatnya dengan tangan.

Tapi kini pengambilan pasir dalam tanah dari bawah ke atas permukaan dengan alat menyedot yang disebut dompeng.

Hebatnya, yang diambil bukan cuma pasir, juga tanah dan bebatuan, sehingga lokasi penggalian menjadi sangat dalam, yang beresiko jika jatuh dan tenggelam serta membahayakan lingkungan.

ES sendiri, selaku pengusaha galian pasir, tambahnya, adalah mantan Kades yang kembali ke usahanya setelah digantikan Kades Agus. Setahun yang lalu hingga sekarang Kades dijabat Mad Rais.

Saat masalah perizinan penambangan pasir diduga ilegal akan dikonfirmasi, ES sedang tidak berada di lokasi. Beberapa orang yang tadinya berkumpul di tempat itu, malah satu per satu ke luar menghindari kehadiran wartawan.

Seorang lainnya yang masih tinggal di lokasi menyebutkan ES yang mewakilkan anaknya Cyt. Dikonfirmasi tentang aktivitasnya, bahkan berdalih melakukan penambangan pasir tidak dengan alat berat (beko), hanya dengan cara menyedot. Setelah itu meninggalkan wartawan dengan alasan mau membeli minuman untuk para pekerja.

Saat penambangan pasir diduga tak berizin akan dipertanyakan pada Kades Mad Rais, Kamis (29/12/2016), di balai Desa Pesanggrahan, sayangnya kantor tersebut telah tutup pada saat didatangi sekira jam 14.00 WIB.

Seorang yang sedang di warung sebelah balai desa saat sedang cerita, malah balik bertanya, apakah masih ada penggalian pasir?

Kades Mas Rais didatangi di rumahnya di kampung Cigaling untuk menjelaskan apakah penggalian pasir sebagai potensi desa atau sebaliknya. Info yang didapat, dia sedang tidak di rumah. (edy)

Truk pengangkut pasir di penambangan desa Pesanggrahan

Truk pengangkut pasir di penambangan desa Pesanggrahan

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply