BURUH DEMO : PENGUASA DAN PENGUSAHA BINGUNG



Belakangan ini media cetak dan elektronik dipenuhi headline mengenai demo buruh di berbagai kota besar di Indonesia.  Agenda yang mereka bawa terkait rendahnya upah, penghapusan tenaga kerja outsourcing dan program jaminan social dan kesehatan pekerja. Beberapa  permasalahan tersebut terjadi sebagai akibat lemahnya pengawasan pemerintah dalam menjalankan perintah Undang-undang terkait ketenagakerjaan. Bukan rahasia umum lagi para oknum pejabat dinas ketenagakerjaan melakukan kolusi dengan oknum pengusaha dengan membentuk perusahaan illegal outsourcing untuk rekrutmen pekerja. Kedua belah pihak : oknum penguasa dan oknum pengusaha sama-sama diuntungkan dengan kondisi tersebut. Sementara buruh semakin tidak  berdaya dan menjadi objek sapi perahan para oknum pejabat dan pengusaha yang rendah moralnya ini.

Gerakan buruh beberapa tahun belakangan selalu diberangus baik oleh oknum penguasa maupun pengusaha. Kegiatan 

mereka diantisipasi denga cara-cara refresif sehingga tidak sedikit aktivis buruh yang dikenakan pemecatan maupun dipidanakan. Perjuangan mereka kelihatan mulai menuai keberhasilan, dukungan buruh terhadap aktivitas mereka semakin kuat. Berbagai organisasi buruh bermunculan untuk memperjuangkan kepentingan buruh dari kepentingan penguasa dan pengusaha yang tidak bertanggungjawab. Hasilnya  bisa dirasakan, penguasa dan pengusaha tidak bisa lagi bermain-main dengan kepentingan buruh. Mereka terpaksa malahan “dipaksa” harus bisa mendengar dan memperhatikan apa yang menjadi tuntutan dan keinginan buruh. Bisa dipastikan siapapun pejabat yang berkaitan dengan keberadaan buruh pasti dibuat pusing sekarang ini termasuk pengusaha tentunya. Mereka setiap hari dihadapkan dengan “bom waktu” yang mereka buat sendiri. Jadi kondisi yang ada sekarang jangan sekali-kali jangan  salahkan buruh, semua masalah ini adalah  hasil dari apa yang mereka tanam.

Perlu dicatat, kapitalisme dan liberalisme saja bisa menghargai buruh duduk bersama untuk membangun transparansi 

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply