Pemkab Tangerang Diminta Infokan Dokumen Fasos Terkait Raibnya Lahan Sekolah



Luas lahan SDN Kampungbambu 2 diduga berkurang

Luas lahan SDN Kampungbambu 2 diduga berkurang

Sahrudin dan kondisi lahan SDN Kampungbambu 2

Sahrudin dan kondisi lahan SDN Kampungbambu 2

TANGERANG | BantenLink.Com — Salah satu lahan fasilitas sosial (fasos) di Kabupaten Tangerang, Banten, dijadikan sekolah, yakni SD Negeri Kampungbambu 2, Kecamatan Kelapadua. Sayangnya Kepala Sekolahnya tidak mendapatkan informasi luas dan batas-batas tanah.

Seperti diungkapkan Drs Sahrudin, Kepsek tersebut. Ia mengharapkan Bagian Aset dan Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tangerang mau memberikan data lengkap tanah kepada sekolah agar tidak disalahkan kalau terjadi hal tidak diinginkan, misalnya pencaplokan lahan oleh pihak lain.

“Sejak SDN Kampungbambu 2 dibangun di atas tanah fasos yang diberikan pengembang perumahan Dasana, hingga kini tak secarik surat yang diberikan untuk kami simpan sebagai dokumen. Jadi tidak tahu pasti luas dan batas-batas tanah yang sah. Saya dengar kabarnya luas tanah 2500 meter, tapi disebut batas pagar cuma ada 2050 meter. Seluas 450 meter katanya lahan berada di luar pagar dan digunakan masyarakat,” papar Sahrudin pada bantenlink.com, Sabtu (10/12/2016)

Lebih jauh dikatakannya, kalau ada kepastian lahan lebih seluas 450 meter itu milik sekolah, berarti bisa dijadikan untuk peningkatan sarana-prasarana, seperti gudang sekolah yang di butuhkan. Sahrudin merasa takut, kalau sesudah pensiun kepala sekolah membawa dirinya pada persoalan berkurangnya luas lahan sekolah yang tidak diketahuinya.

“Kalau ada temuan luas lahan SD Negeri Kampungbambu 2 berkurang 250 meter, walaupun saya sudah pensiun kan bisa-bisa dipanggil-panggil untuk pemeriksaan. Tapi keterangan apa yang bisa saya sampaikan karena hal yang tidak saya ketahui dan tidak pernah melihat surat tanah pemerintah yang digunakan sekolah,” tanya dengan nada khawatir.

Kekhawatiran Sahrudin beralasan. Pasalnya saat serah terima lahan sekolah beberapa tahun lalu, sempat ditanyakannya pada pihak yang hadir tentang berbagai hal yang menyangkut lahan dan bangunan sekolah.

“Saya tanyakan tentang luas lahan dan batas-batasnya. Jawaban yang saya terima, bahwa luas lahan cuma 2050 meter karena dipotong untuk kepentingan ini dan itu. Tapi tak ada secarik surat atau dokumen apapun yang menunjukkan ukuran lahan sebenarnya seluas 2500 itu, ” terang Sahrudin lagi.

Sementara, saat persoalan yang terjadi di SD Negeri Kampungbambu 2 ini diceritakan pada Camat Kelapadua, Yayat Rohiman, pengajian Al Misbah MUI di Kelurahan Pakulonan Barat, menyatakan sudah mengetahui ceritanya, namun tidak bisa mwnjawab berapa luas dan batas-batas lahan sekolah tersebut.

Saat ditanyakan apakah ada surat atau dokumen yang menyatakan perihal lahan fasos disimpan di kecamatan Kelapadua, Camat Yayat, menyebutkan kantornya tidak ada menyimpan surat apapun tentang luas dan batas fasos-fasum SD Negeri Kampungbambu 2 yang semula menumpang di SD Negeri Kampungbambu 1 yang direlokasi itu. “Lebih jelasnya coba tanyakan ke Bagian Aset dan Bagian Pertanahan di Setda Tigaraksa,” pungkasnya. (edy)

Gambar lahan fasos SDN Kampungbambu 2 yang ada

Gambar lahan fasos SDN Kampungbambu 2 yang ada

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply