PEMILUKADA KABUPATEN TANGERANG : AKANKAH TAMPIL PEMIMPIN AMANAH?

Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Tangerang  menghadapi proses final. Kedepan pemilihan langsung akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2012. Jujur saja tokoh-tokoh yang ditampilkan sangat jauh dari harapan masyarakat Tangerang yang selama ini sangat tidak mendapatkan pelayanan yang memadai dari rezim-rezim yang berkuasa hingga saat ini.  Kebanyakan yang muncul adalah figur yang sangat tidak jelas jejak rekam prestasinya  di wilayah yang cukup ketinggalan pembangunannya di segala bidang ini. Namun rakyat dipaksa memilih satu paket calon dari  4 paket yang ada. Nomor urut satu H. Badri/M Aufar, kedua Zaki/Hermansyah, ketiga Suwandi/Muklis dan terakhir Aden/Suryana. Dari beberapa figur  yang ada maka yang kelihatan punya jejak rekam kuat adalah H. Badri yang memang berasal dari kalangan biasa saja namun sukses terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah RI saat ini  mewakili Provinsi Banten. Bisa dipastikan tidak mudah perjuangan yang dilakukan orang yang tidak memiliki capital yang kuat untuk terpilih seperti H. Badri. Seorang tokoh sekaliber Taufikurahman Ruky  yang  saat itu baru saja pensiun sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak terpilih. Salah satu saingan H. Badri tidak tanggung-tanggung yaitu putra pasangan  Gubernur Banten Atut Chosiyah dan suaminya Hikmat Tomet yang juga anggota DPR RI. Tapi dengan kesahajaannya dia mendaptkan simpati masyarakat, karena memang telah banyak berbuat untuk masyarakat. Tokoh lain sebetulnya adalah Hermansyah birokrat tulen yang memiliki pengalaman panjang di dunia birokrasi. Cuma sayangnya tidak di posisi nomor satu. Dalam pandangan kami sebenarnya dua tokoh ini saja yang memiliki jejak rekam yang jelas. Yang pertama adalah calon Bupati sedangkan yang kedua hanya sebagai calon Wakil Bupati.  Pada kondisi Indonesia seperti yang disampaikan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD “Demokrasi kita becek dengan kubangan korupsi, sedangkan kita tidak berdaya”. Rakyat dihadapkan pada situasi buah simalakama. Ibarat pepatah, Ikut memilih maka akan mendapatkan serigala, tidak ikut memilih dapat buaya, sebab pilihan yang tersedia hanya srigala, buaya dan ular berbisa. Setidaknya kehadiran H. Badri bisa memberikan harapan akan adanya perubahan di kabupaten Tangerang kearah yang lebih baik. Didampingi M Aufar yang masih relatif muda namun punya pengalaman sebagai pemimpin organisasi pengusaha muda di Jakarta (HIPMI Jaya) dan juga ikut  sebagai salah satu pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di tingkat nasional  bisa memperkuat kiprahnya kelak. Tentu menjadi harapan masyarakat masyarakat yang masih rasional, mudah-mudahan saja mereka bisa terpilih untuk memimpin Kabupaten Tangerang pada periode 2013-2018, dan membawa kabupaten yang sangat tertinggal ini menjadi lebih baik. Pertanyaannya mungkinkah rakyat Tangerang bisa rasional dalam iklim politik “memilih karena mengharapkan uang dari sang calon”?
Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply