Cermati Perkembangan Terakhir, MUI Sampaikan Tausiah Kebangsaan Hari ini



Surat Tausiah Kebangsaan MUI

Surat Tausiah Kebangsaan MUI

JAKARTA | BantenLink.Com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimbau pihak kepolisian dan aparat keamanan negara, bila terjadi unjuk rasa (unras) tentang penistaan agama pada 2 Desember 2016, menghadapinya dengan pendekatan persuasif, profesional, proporsional dan menghindari kekerasan.

Dalam 6 poin nasehat (tausiah) kebangsaan beredar di media sosial hari ini, yang ditandatangani Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin dan Sekjen MUI Anwar Akbar, pengunjuk rasa diminta tetap fokus pada persoalan penistaan agama.

Namun demonstran dilarang menggunakan atribut, logo atau simbol MUI, serta menjaga kebhinnekaan, keutuhan NKRI, dan tidak menyimpang untuk tujuan lain.

Selain itu, MUI menghimbau para demonstran agar sopan, tertib damai, akhlakul karimah dan mengikuti peraturan berlaku.

Disebutkan juga, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI bukan sebagai bagian dari MUI serta tidak ada hubungan struktur formal keduanya.

MUI mengingatkan, dalam memperjuangkan aspirasi, masyarakat agar menggunakan saluran demokrasi secara efektif dan menjaga citra positif.

Seperti lobi, perundingan, musyawarah dengan pengambil kebijakan, aparat keamanan, penegak hukum, legislatif, pers dan media lainnya.

(*/red)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply