Diminta Uang Rp 200 Ribu/Berkas, Pegawai Honorer Disdik Tangerang Diduga Sasaran Penipuan



Foto para guru dalam sebuah Konferensi PGRI

Foto para guru dalam sebuah Konferensi PGRI

 

 

TANGERANG | Bantenlink,Com – Penipuan melalui SMS dari oknum yang tidak bertanggung jawab diduga menyasar guru honorer di Kabupaten Tangerang, Banten. Modusnya, meski Peraturan Bupati setempat  belum ditandatangii,  para guru yang ingin mendapatkan kesejahteraan sudah diminta biaya lebih dulu senilai Rp 200 ribu per berkas.

 

Instruksi yang tidak jelas itu dikabarkan sempat membuat heboh Forum Operator Sekolah, terutama wilayah Kecamatan Sepatan dan Kecamatan Sepatan. Namun para pendidik dan tenaga kependidikan yang berstatus sukarelawan diminta tidak menanggapi isu tersebut.

 

Informasinya, menyebutkan sedang diadakan perekapan data tenaga honorer sebagai tindak lanjut sosialisasi payung hukum Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Untuk itu PGRI dan tenaga operator diinstruksikan untuk melaksanakannya.

 

“Melalui PGRI Kabupaten Tangerang dan PGRI Ranting, dan Forum Operator Sekolah se-Kecamatan Sepatan diinstruksikan untuk segera mendata dan mengisi data pekerja honorer,” sebut seorang guru tentang dugaan modus penipuan tersebut di akun media sosialnya.

 

Lebih jauh disebutkan, pengisian data untuk rekapitulasi para guru dan staf honorer dengan melampirkan Surat Pernyataan dari Kepala Sekolah Negeri/Swasta Tentang Pegawai Sukwan/Non PNS, Penerima dan Belum Menerima Insentif serta Tenaga Guru. Tahun 2016 dengan Format Terlampir.

 

Para pegawai honorer diminta mengabaikan saja jika mendapatkan SMS meresahkan  itu. “Diminta agar berhati-hati dan mengabaikannya. Masalahnya, Bupati belum menandatangani Perbub tentang hal itu. Tentunya, jika ada intruksi seperti itu, akan disampaikan secara resmi,” terang guru tersebut.

 

Sopi Yanto seorang guru honorer di SDN Ciangir, Kecamatan Legok, juga mengaku belum tahu pasti benar atau tidaknya isu tersebut. Tapi, dia berharap ada kabar resmi dari pemerintah. Untuk itu diharapkannya wartawan membantu mencari tahu kebenarannnya.

 

“Memang tidak lengkap nomor telepon pengirim SMS dan pada siapa  uang administrasi itu disampaikan. Tapi tolong ya Pak, membantu kami mengecek kebenarannya.” pintanya.  (edy)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply