Tanya-tanya Soal Bangunan Sekolah, Kepala Sekolah “Disemprot” Ketua RW Kelapadua



SD Negeri Kelapadua 1

SD Negeri Kelapadua 1

TANGERANG | BantenLink — Pembangunan dan rehab ruang kelas SD Negeri Kelapadua 1, Kelapadua, Kabupaten Tangerang, Banten, yang sedang dilaksanakan menuai pertanyaan. Kepala Sekolah tersebut tidak boleh mempertanyakan apapun tentang sekolah, meski soal sarana-prasarana sebagai salah satu dari 8 Standar Pokok Pendidikan menjadi tanggung jawabnya.

Arsip Anwar selaku Kepala SD Negeri Kelapadua 1 menyatakan, dirinya tidak boleh menanyakan apapun sehingga tidak tahu tentang bestek pembangunan di sekolah yang berada di lingkungan pemukiman padat itu. Padahal, jika mengetahuinya akan dapat mengingat tukang agar bekerja sesuai perencanaan.

“Awalnya saya diberitahukan orang yang mungkin dari Dinas Cipta Karya sekolah ini akan dibangunkan atau rehab terdiri dari 6 ruang, yakni 3 dengan konstruksi suntik cakar ayam di bawah dan 3 bangunan TRK (tambahan ruang kelas) atau RKB (ruang kelas baru) . Ternyata yang dibangunkan hanya 5 ruang, yaitu 3 rehab kelas dengan dua TRK diatas. Sedang yang satunya lagi hanya dicor bagian atas,” papar Asip pada bantenlink.com.

Ditambahkan Kepala SDN Kelapadua 1 itu, dia dilarang RW setempat menanyakan soal perubahan dari rencana pembangunan dan rehabilitasi dan ruang kelas. Apalagi, mempertanyakan soal dinding tembok dan pintu yang diduga harus diganti baru tetapi masih dipakai. Sementara pihak Dinas Cipta Karya dan pelaksana pembangunan tidak melaksanakan azas ketrasparanan tentang data-data pekerjaan yang seharusnya dipampangkan di dinding.

“Sebelum dimulai pembangunan sekolah memang saya didatangi seseorang yang mengaku bernama Bayu. Dia mengatakan sekolah akan direhab sejumlah 3 kelas dan dibangun diatasnya sebanyak 3 ruangan sehingga berjumlah 6 kelas. Tapi saat realisasi, pak Haji yang memborong menginformasikan cuma merehab 3 kelas dan di atasnya membangun 3 kelas senilai Rp 900-an juta rupiah,” imbuh Asip Anwar.

Atas informasi berbeda yang Kepala SD Negeri Kelapadua 1 tersebut Asip agar tidak buta informasi berusaha menanyakan soal detail pembangunan pada Bayu yang sebelumnya memberikan informasi dan nomor telepon untuk konfirmasi selanjutnya. Namun kini tak memberikan jawaban.

Asip Anwar pun mencari tahu informasi pada Ketua RW tempat domisili sekolah, malah dia mendapatkan jawaban yang tidak diduganya: “Tak usah nanya-nanya bangunan, tunggu terima kunci saja nanti kalau bangunan sudah jadi,” kata sang Ketua RW ‘menyemprot kata-kata seperti ditirukan Asip. Tak ingin “dimarahi” lagi, setelah kejadian dirinya tak mau memperhatikan dan bertanya lagi tentang pembangunan di SD Negeri Kelapadua 1. (edy)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply