Rumah Demonstran yang Ingin Mati Suci Itu Didatangi Habib Rizieq



    photogrid_1478366365239TANGERANG | BantenLink.Com — Rumah Syahrie Oemar Yunan (65), yang wafat saat demonstrasi kasus calon Gubernur DKI Jakarta Ahok, diduga menista Alquran Surah Al Maidah ayat 51, Sabtu (5/10/2016) didatangi Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq.

    Kedatangan Rizieq ke Perumahan Binong Permai Blok F14 No 24 RT007/007, Kel Binong, Kec Curug, Kab Tangerang, Banten, dalam rangka melayat sekaligus bertakjiah di rumah almarhum yang disebut sebagai syuhada yang mati suci dalam membela agama Islam.

    Diketahui, Syachrie sempat mengucapkan soal kematiannya bisa dimana saja. Ia meninggal saat membela agama ketika bersama ratusan ribu umat Islam lainnya di depan Istana Negara dalam menyampaikan pada Presiden Jokowi agar mempercepat proses hukum Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Almarhum Syachrie meninggal karena sesak nafas terkena semprotan gas air mata polisi yang sebelumnya membuatnya pingsan. Sekitar pukul 20.00 WIB dibawa ke RS Gatot Subroto namun nyawa Syachrie tak tertolong. Pukul 23.00 WIB keluarganya membawa ke rumahnya di komplek Binong Permai Tangerang.

    Saat bantenlink.com menjenguk ke rumah duka, Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIB, warga Binong Permai tampak banyak melayat. Anak ketiga Syachrie bernama Gilang menyebutkan keluarganya ikhlas menerima takdir dan harus segera mengurus penguburan. Pemakaman dilaksanakan di TPU Binong yang dihadiri 300-an warga dan selesai sekira jam 11 siang.

    Informasi yang dikumpulkan media ini, Syachri meninggalkan istri dan tujuh orang anaknya. Tak ada keluarganya yang menyangka akan ditinggalkan pensiunan sebuah hotel ini pada demo di Istana Negara tanggal 4 November 2016.

    Istri pria yang dikenal juga sebagai guru mengaji ini menyebutkan, pada pagi hari hari tersebut sekira jam 07.00 WIB di sekitar rumahnya sedang ramai tetangga yang bersiap-siap mau demo ke Jakarta. Spontan Syachri menyatakan ikut meskipun sempat dicegah karena faktor usianya yang sudah cukup tua.

    Tapi Syachrie mengatakan, dia harus ikut berjuang bersama umat Islam lainnya dalam berjihad. Bahkan ketika dilarang isteri dan anaknya untuk berdemo disebutnya, soal takdir membela agama sebagai mati suci dan bisa dimana saja. (edy)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply