PEMUDA INDONESIA 2012: DIMANA ENGKAU BERADA?



 
Kasihan sekali melihat kondisi pemuda kita saat ini. Hari-hari mereka menyaksikan berbagai “kejahatan dan kekejian dimana-mana”. Mau sekolah biayanya mahal , mau kuliah orang tua tidak mampu, mau masuk rumah sakit kalau tidak ada uang bakal tidak ada pelayanan, mau kerja harus setor dulu ke perusahaan perantara, mau urus segala urusan yang terkait dengan pemerintahan harus nyuap, tawuran dimana-mana tanpa ada yang peduli, kumpul-kumpul dengan sesamanya tanpa bimbingan.  Inilah fenomena pemuda Indonesia saat ini. Siapa peduli dengan masa depan mereka sekarang ini?

 

Kondisi  parahnya lingkungan pemuda saat ini akibat  perbuatan “para orang tua yang tidak bertanggungjawab”   menjadi wajar kalau kemudian mereka berubah menjadi “orang-orang muda yang tidak ber-prestasi”, sekolah asal memenuhi  kewajiban, tawuran, perokok, main game sesukanya, kumpul-kumpul tanpa maksud dan tujuan jelas, malas ikuti kegiatan remaja mesjid maupun Karang Taruna, tidak peduli dengan lingkungannya dan masih banyak kelemahan lainnya “sebagai akibat produk lingkungan yang memang sudah salah”.

 

Menyambut 84 tahun Sumpah Pemuda, saatnya pemerintah, cerdik- cendekia, ulama, tokoh masyarakat, para orang tua berpikir jernih untuk memperbaiki kondisi ini. Bilamana dibiarkan, maka jangan salahkan mereka kalau kelak muncul generasi yang gampang putus asa, pemalas, bodoh dan tidak memiliki ketrampilan hidup dan kerja.

 

Wahai para orang tua, marilah jadikan rumah-rumah kita tempat “kawah candradimuka” pendidikan anak-anak kita. Bekali mereka dengan maksud dan tujuan hidup yang jelas, bekali agama yang benar, latih untuk mandiri dalam

menghadapi tantangan hidup, dekatkan mereka dengan ilmu dan teknologi, bangun kesadaran socialnya. Berikan pemahaman yang baik bahwa masa depan hanya bisa diraih dengan kesungguhan. Bukan saatnya lagi untuk banyak membuang waktunya dengan kegiatan yang tidak berguna. Masa depan bangsa dan Negara ini kedepan berada  di pundak pemuda Indonesia sekarang.

 

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply