Kirim Buku LKS Cuma Separoh, Pers Nyambi Sales Mau Dilapor Polisi

Jpeg

Jpeg

TANGERANG | Banten.Link.Com — Niat baik seorang guru dinodai oleh pedagang buku. Seorang salesman buku yang mengaku juga sebagai wartawan ditengarai membawa kabur uang separoh Rp 20 juta. Akibatnya sales tersebut segera dilaporkan pada kepolisian.

Informasi yang diterima bantenlink.com uang tersebut untuk pembelian buku Lembar Kerja Siswa (LKS) masing-masing senilai Rp 80 ribu untuk 250 siswa di SDN Cihuni 3, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten.

Menurut salah seorang guru, peristiwa terjadi bermula pada pertengahan bulan September 2016. Bd yang mengaku sales atau distributor buku LKS sebuah penerbit yang beralamat di Pamulang, Tangerang Selatan, mengajukan izin secara lisan untuk melaksanakan bazar penjualan buku di halaman sekolah.



“Saya sebenarnya keberatan ada yang menjual buku di lingkungan sekolah karena takut bermasalah. Tapi dia (Bd) tetap keukeh meyakinkan saya bahwa dia yang bertanggung jawab jika terjadi apa-apa. Akhirnya, dengan tidak menyuruh dan tak melarang bazar buku di halaman sekolah tetap berjalan,” ujar guru tersebut pada bantenlink.com, Rabu (26/10/2016).

Lebih jauh disebutkan, buku LKS yang ditawarkan langsung pada orang tua murid dan diduga telah dibayarkan semua, akhirnya dikirimkan oleh penerbit PAD, tempat Bd bekerja. Namun sayangnya tidak sesuai jumlah siswa. Buku yang dikirim hanya setengahnya saja, sehingga tidak seluruh siswa memiliki dan memakai buku LKS.

Lebih jauh diceritakan guru pelapor, Bd bersama temannya memaksa untuk dibantu agar bisa menawarkan buku langsung kepada orangtua murid. Karena kasihan pada sales yang berusaha mencari nafkah dan kebetulan saat itu di sekolah habis rapat orangtua murid, akhirnya Bd dibiarkan saja berjualan buku, apalagi karena LKS untuk memudahkan kegiatan belajar mengajar.

“Anehnya, buku yang dikirimkan hanya sekira separuh jumlah murid saja. Bahkan hingga sebulan berselang pedagang
bukunya tak pernah datang-datang lagi. Bahkan handphone-nya pun tak diangkat kalau dihubungi,” terang guru SDN Cihuni 3 itu.

Dia hanya meminta Bd mau beritikad baik untuk menyerahkan sejumlah buku yang kurang dikirimkan. “Kalau tidak saya melaporkan hal ini pada polisi,” tegasnya. (ed)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply