“RAJA-RAJA KECIL” DI KEMENTERIAN HABISKAN APBN

Badan Pemeriksa Keuangan  menemukan data pemborosan 40 persen anggaran perjalanan dinas tahun 2011 senilai Rp 24 triliun.  Pemerintah awalnya punya komitmen yang sama untuk memotong anggaran perjalanan dinas hasilnya diperkirakan sekitar Rp 2,63 triliun. Tentu menjadi harapan masyarakat dananya bisa digunakan untuk pembangunan infra struktur.  Apa yang terjadi, kenyataannya justru dana tersebut dikembalikan lagi ke Kementerian dan Lembaga  dalam bentuk pecahan-pecahan belanja modal setiap instansi.  Bisa dipastikan akhirnya dana tersebut akan digunakan untuk kepentingan birokrasi sendiri.



Kondisi ini mengesankan pemerintah jelas-jelas tidak bisa mengintruksikan  agar dana tersebut dapat ditarik dari kementerian dan lembaga. Betapa kuatnya para Menteri dan pimpinan lembaga tersebut, seperti “Raja-Raja Kecil” yang tidak mau kehilangan sedikitpun alokasi anggaran departeman maupun lembaganya. Kesan yang tumbuh di masyarakat semakin kuat bahwa APBN yang ada di Kementerian dan Lembaga sepertinya memang menjadi “Lahan Bancakan” korupsi oknum-oknum yang ada di dalamnya.

Hujan kritik dari public RAPBN  2013 menyoroti dana perjalanan dinas sebesar Rp 21 triliun, yang kemudian disikapi Pimpinan dan Banggar DPR dengan pemotongan 30 sampai 40 persen untuk pembangunan infra struktur menjadi sia-sia belaka. Untuk kesekian kalinya rakyat dibohongi lagi. Sampai kapan mereka menyadari  kesalahannya, menjadi “pengkhianat NKRI”  sepertinya menjadi visi dan misi mereka untuk memperkaya dirinya sendiri ataupun  kroni-kroninya.

Hendri Gunawan

Author: 

hanya sekedar hobi menulis

Leave a Reply