LSM Soalkan Relevansi Pembangunan Stadiun Persita Dijaga Aparat Marinir



Pembangunan Stadiun Persita Kelapadua Tangerang

Pembangunan Stadiun Persita Kelapadua Tangerang

 

TANGERANG | BantenLink.Com – Pembangunan tahap 2 Sport Centre Persita di Kecamatan Kelapadua, Kabupaten Tangerang, Banten, mulai dilaksanakan kembali.  Namun sayangnya, Proyek senilai berkisar Rp 63 miliar dilarang dikontrol LSM oleh seorang yang mengaku sebagai aparat dari kesatuan marinir dari Cilandak, Jakarta.

 

Setidaknya dua aktivis NGO masing-masing  Tolopan dari LSM BPPB dan Karno LSM LPB mempertanyakan relevansi aparat militer menghalang-halangi tugas mereka dalam  mengawasi pembangunan yang sempat mangkrak, meskipun  diperkirakan selesai  pertengahan 2015  dan bisa dipakai awal 2016 itu.

 

“Kami tidak anarkis dan LSM resmi terdaftar di Depdagri, Kenapa tugas kami dihalang-halangi dalam melakukan social control agar tidak terjadi penyimpangan. Kalau begini, patut diduga ada apa-apanya dengan proyek Stadiun Persita ini. Lagian, apa relevansi sampai ada orang mengaku aparat marinir menjagai pembangunannya,” ungkap Tolopan pada bantenlink.com pada Selasa  4 Oktober 2016.

 

Senada Tolopan, aktivis LSM  LPB bernama Karno, menyayangkan pihak pelaksana pembangunan tidak melakukan pemasangan papan merek pengumuman, sehingga menyulitkannya untuk melakukan control. Dirinya mempertanyakan apakah hal itu atas perintah kepala dinas Cipta Karya atau kontraktor.

Aktivis LSM Tolopan dan Karno didampingi sekuriti bernama Tio

Aktivis LSM Tolopan dan Karno didampingi sekuriti bernama Tio

“Kami harus minta izin keamanan kalau dihalangi aparat marinir seperti ini.  Minta buku tamu sebagai pertanda kedatangan resmi kami juga tidak disediakan,” keluh Karno mempertanyakan tentang dasar aparat militer menghalangi volunter mengawasi proyek pembangunan pemerintah.

 

Sementara, seorang yang mengaku aparat TNI dari Kesatuan Marinir Cilandak, Lnn, meminta wartwan jangan memoto dirinya. Dia mengatakan hanya ditugaskan seseorang bernama Markus melalui telepon genggam untuk mendampingi sekuriti bernama Tio, setiap hari dari pukul 08.00-17.00 WIB tanpa dibekali surat perintah dan SOP yang jelas.

 

“Saya diperintah tugas lewat telepon oleh Pak Markus yang tak Saya kenal. Sudah 1 minggu menjagai proyek ini dari pagi hingga sore. Sedangkan malam hari ini dijaga H Maun RW sini.   Atasan saya pun (dirahasiakannya identitasnya) menyuruh piket di sini setiap hari. Tapi tanpa  diberi uang transport dan uang makan,” paparnya.

 

Diketahui, Proyek Pembangunan Sport Centre Kecamatan Kelapadua  tahap 2 kebanggaan Bupati A Zaki Iskandar di atas lahan 110 hektar dengan stadiun utama berkapasitas untuk 25 ribu penonton. Stadiun ini dilengkapi sarana seperti lapangan, lintasan atletik dan perkantoran. Proyek dilaksanakan oleh PT Arkindo dengan KSO PT Satria Astra Gemilang dengan biaya Rp 62.630.000.000,- dari APBD 2016 yang akan diselesaikan 540 hari kalender. (edy)

Pembangunan Sport Centre Kelapadua

Pembangunan Sport Centre Kelapadua

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply