Mohon Penanganan UPT Pertanian, Kebun Pisang Pemberdayaan Desa Ciangir Digerogoti Belatung



Pohon pisang busuk karena hama belatung

Pohon pisang busuk karena hama belatung

TANGERANG | bantenlink.com — Puluhan dari 1000 pohon pisang terjangkit hama “belatung” di perkebunan milik Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten belakangan ini.

Belatung seukuran 0,5-1 sentimeter tersebut membuat busuk tanaman merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dimodali anggaran Dana Desa tahun 2015.

Kepala Desa Ciangir, Suherdi, terus mencari tahu penyebabnya. Pasalnya uang pribadi telah banyak dikeluarkannya untuk merawat kebun pisang berjenis Kepok, Sunpride, Mas, Raja yang malah terancam gagal panen.

Pada bantenlink.com, Minggu (14/8/2016), Suherdi mengatakan, agar tanaman menghasilkan saat dipanen, sejak penanaman di bulan Desember 2015, dia mengeluarkan gaji petani Rp 500 ribu per minggu.

“Sayangnya, setelah bibit lebih enam bulan ditanam dan dirawat, pohon pisang belum ada yang dapat dipanen, meskipun ada beberapa poho telah berbuah,” curhat Suherdi dengan mimik heran.

Kepala Desa Ciangir, Suherdi

Kepala Desa Ciangir, Suherdi

Ironisnya, salah satu batang pohon terjangkit hama belatung membusuk, dan menulari pohon-pohon pisang lainnya. Meski pencegahan dilakukan dengan menyemprotkan anti hama, tapi tak berhasil.

“Saya takut hama akan menjangkiti seluruh pohon. Untuk itu memohon UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pertanian Kecamatan Legok sudi membantu mengatasinya agar tidak gagal panen,” imbuhnya.

Sambil menunjukkan belatung keluar dari pokok pisang membusuk.
Suherdi menjelaskan,jika panennya gagal, dirinya berencana akan menyelamatkan tunas pisang agar bisa ditanam lagi.

“Problem ini sudah saya tanyakan pada pemasok bibit, yang juga bikin pertanian seperti ini. Tapi herannya, jawabnya tanaman pisang di dia tidak bermasalah,” tandas Kades Ciangir itu. (edy)

Suherdi Kepala Desa Ciangir

Suherdi Kepala Desa Ciangir

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply