Madrasah di Curug Konsisten Terapkan Kurikulum 2013

Diklat Perencanaan Pembelajaran dan Teknis Penilaian Kurikulum di MIN 1 Curug Tangerang

Diklat Perencanaan Pembelajaran dan Teknis Penilaian Kurikulum di MIN 1 Curug Tangerang


TANGERANG | BantenLink — Beberapa sekolah di Kabupaten Tangerang, Banten, pada semester I tahun 2016 di kembali melaksanakan Kurikulum 2013 (K-13).

Namun, karena ketidaksiapan sekolah dalam beberapa hal, banyak juga yang tetap menerapkan Kurikulum 2006 (KTSP).

Tak begitu dengan madrasah-madrasah yang berada di Kecamatan Curug Tangerang. Sejak K-13 disosialisasikan pada 2014 tetap konsisten menerapkan kurikulum yang dikenal dengan kurtilas tersebut dalam kegiatan belajar dan mengajar (KBM).

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kadu Curug, sekaligus Ketua Kelompok Kerja Madrasah Kecamatan setempat, H Hapid SAg, implementasi K-13 sudah dua tahun secara kontinyu di wilayahnya.



“Sekarang pun sekolah-sekolah kami menerapkannya, karena belum ada perintah untuk menggantinya terkait penggantian Mendiknas,” ungkapnya pada bantenlink.com, Jumat (29/7/2016).

Lebih jauh disebutkannya, selama 5 hari (pada 25, 26,27, 28 dan 29 Juli 2016) sebanyak 40 guru kelas dan guru mata pelajaran (mapel) mengikuti pelatihan teknis penyusunan rencana pembelajaran dan teknis penilaian Kurtilas.

Dalam kesempatan itu peserta Diklat mendapatkan materi kurikulum dari Dwi Aryani MPd selaku tutor Balai Pendidikan dan Latihan Keagamaan (BDK) Jakarta.

Diterangkannya, implementasi K-13 sudah berjalan selama dua tahun. Katanya,Kurtilas tetap dilaksanakan di kelas 1,2,4 dan 5. Hanya kelas 3 saja yang masih memakai KTSP.

“Diklat tentang teknis pembuatan rencana pembelajaran dan teknis penilaian sendiri baru pertama dilaksanakan tahun ini, sedang sosialisasi Kurtilas sudah diadakan tahun lalu,” imbuh Hafid.

Ditambahkannya, pada mata pelajaran agama dan umum ada hambatan kecil dalam implementasi Kurtilas, yaitu terbatasnya buku ajar untuk mapel umum. Syukurnya, para peserta didik dapat mengikutinya.

“Hambatan dalam penerangan K-13, memang ada, yakni orangtua kerepotan membimbing anak di rumah. Kurtilas sendiri dapat berjalan maksimal dengan dukungan orangtua, siswa bermain aktif, kreatif dan giat melakukan eksperimen dalam suasana bermain dan belajar,” lanjutnya.

Pada pendidikan dan pelatihan teknis yang berakhir Jumat siang dan ditandai pemberian sertifikat benilai baik dan sangat baik itu, turut aktif memberikan pengarahan Kabid Administrasi Kediklatan Drs Irhason MEd, dan bidang akademik Hendra Ogi Nur. (edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply