Wah, Lurah Pasarminggu Diduga Bongkar Bangunan Warga Demi Jual Beli Lahan

Gunardi

Gunardi

JAKARTA | BanteLink — Pejabat pemerintah agar dicintai seharusnya adil dan mengayomi kepentingan setiap warganya agar dipercaya.Namun tidak demikian dengan Lurah Pasar Minggu di Kecamatan Pasarminggu, Jakarta Selatan. Diduga demi mendapatkan imbalan uang, tega membongkar paksa bangunan milik warganya.

Seperti diceritakan Gunardi pemilik bangunan di Rt 005 Rw 01 Nomor 19 jalan Raya Pasarminggu, Jumat (15/7) pada bantenlink.com di kediamannya.

“Belum lama tanah HGB dan bangunan seluas 80 meter milik saya apakah akan dijual, ditanyakan oleh RT kami bernama bernama Mulyadi,” ungkap Gunardi.

Menurut dia, tak berapa lama setelah itu tanah yang dibangun untuk toko penjual kain jok ditawar seseorang bernama Rizal seharga Rp 1,5 Miliar, namun yang bersangkutan belum mau menjualnya.

“Saya jelaskan pada Rizal, saya belum menjual lahan karena masih memakainya untuk kegiatan usaha. Nanti saja saya memikirkan itu. Kalaupun nanti mau menjualnya, tentu saja dengan kesepakatan harga,” papar Gunardi.



Gang kecil sebagai akses jalan raya ke dalam

Gang kecil sebagai akses jalan raya ke dalam

Anehnya, setelah penolakan penjualan lahan oleh Gunardi, setelah RT Setempat bernama Mulyadi menghubunginya dan menyatakanbahwa lokasi berada diatas gorong-gorong dan sudah difoto Lurah Pasarminggu dan Trantib yang disaksikan Rw dan warga. Benar saja,selang beberapa waktu Gunardi mendapatkan surat dari Kelurahan Pasarminggu bernomor 427/-1.777 yang ditandatangani Lurah Pasarminggu, Arif Abidin Lubis, agar memindahkan barang-barang miliknya.

“Disebutkan dalam surat, bahwa saya pemilik bangunan jalan Raya Pasarminggu Rt 005 Rw 01 No. 19 agar tidak menempatkan usaha di badan jalan atau saluran air,” demikian bunyi suratnya.

Gunardi mengatakan, bangunan miliknya di belakang berada di atas saluran air berukuran sekitar 3×5 meter pada Selasa 24 Mei 2016 akhirnya dibongkar Lurah Pasarminggu. Selanjutnya, Lurah Pasarminggu menelpon Gunardi pada Jumat 1 Juli menyatakan akan melakukan pembongkaran lanjutan, karena ada ada tim yang ke lapangan.

Tapi Gunardi pun melarang pembongkaran lanjutan bangunan rumahnya, sebab dia akan crosscheck ke Suku Dinas Tata Air DKI di Tanahabang. Disana didapat informasi dari pejabat humas mengaku bernama Roy.

Kata Gunardi menirukan Roy, tidak ada dasar Kelurahan Pasarminggu membongkar bangunannya. Selama bangunan tidak menutupi saluran air, tidak masalah. Setelah mendapatkan informasi dari Sudin Tata Air, Gunardi menghubungi Lurah Pasarminggu dan menyampaikan informasi tersebut. Lurah Pasarminggu berdalih, sudah menulis surat ke Sudin Tata Air dan sedang menunggu jawabannya.

“Saya rasa kerja Lurah Pasarminggu kayak gini sangat aneh dan sarat dengan kepentingan warga tertentu dan tidak berpihak dengan warga lain.(edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply