Repotnya Bikin KTP di Kab Tangerang, Kecamatan Rajeg Patok Kelar Paling Cepat Sebulan



Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi


TANGERANG | Bantenlink — Proses pengurusan kartu tanda penduduk (KTP) di Kabupaten Tangerang terbilang merepotkan dan lambat. Hal ini dibuktikan dengan keluhan seorang warga Kecamatan Rajeg, yang mengeluhkannya karena takut terkena razia, apalagi tanpa pemberian resi pengganti.

“Untuk perpanjangan KTP saja lelet, harus mengurusnya ke kantor kecamatan dan kantor Casip (Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, yang jaraknya lumayanlah jauh,” ungkap warga yang merahasiakan namanya, Selasa (7/6/2016).

Dia menjelaskan, data yang ada dan foto yang sudah pernah direkam di Kecamatan Rajeg, ternyata tidak bisa dipergunakan lagi. Untuk itu agar bisa foto lagi di kecamatan dan tanpa diberi resi. Sebelumnya harus mengaktifkannya di kantor Casip. Alasan petugas nomor NIK sudah sekalian jadi nomor ID.

“Repotnya, sudah menempuh sejauh 40 kilometer dari kantor kecamatan Rajeg ke Casip di Tigaraksa, mengantri lagi seharian dari pagi hingga sore hanya untuk peng-update-an data. Soalnya, warga yang mengurus KTP dari 29 Kecamatan tumplek di sana. Saya juga tidak pegang identitas karena nggak diberi resi pengganti oleh kecamatan,” imbuhnya.

Saat banten link.com akan menanyakan repotnya mengetahui persoalannya ngurus KTP pada Camat Rajeg, Sandi Mirasa, sayangnya sedang tak di kantor. Mengarah pada Sekretaris Camat, info seorang Pol PP bernama Wahyudi, menyebutkan, Sekcam pasti tak mengetahui persoalan lapangan, karena baru ditugaskan di Rajeg dan kondisi langsung pendidikan di pemerintahan.

Setelah tak bertemu dengan Camat dan Sekcam Rajeg, bantenlink.com hanya dapat mengkonfirmasi ribetnya perkara bikin KTP pada Kepala Seksi bersangkutanbernama Yus. Tapi lagi-lagi yang dianggap memiliki kewenangan menjelaskan hal itu hanya menjawab sekenanya.

Menurut Yus, dulu waktu pembuatan KTP di kecamatan pengurusannya bisa cuma sehari. Tapi menjadi lama setelah pengurusan di kantor Casip. Alasan kenapa bisa lama disarankankannya menanyakannya ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Tanyakan ke Kemendagri, kami hanya perekaman dan memasukkan data, pencetakan di Casip. Semua sama persoalannya, selesainya KTP paling cepat 1 bulan. Perinciannya, 1 minggu ngurus surat di desa/kelurahan, 1 minggu di Kecamatan dan 1 minggu di Casip. Sedang waktu 1 minggu lagi ancang-ancang, takut kalau komputernya error,” tukasnya. (edy)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

One Response

  1. Aderiansyah10 months ago

    Saya juga merasakan, tolong di follow up agar semua dengar jangan cuma ngewajibkan punya tapi bikin aja susah

    Reply

Leave a Reply