Perolok Nabi Muhammad dan Alquran Penulis Buku Filsafat Dipolisikan FPI



Penulis Diposisikan FPI
SEMARANG | BantenLink — Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah melaporkan seorang bernama Ahmad Fauzi pada pihak berwajib atas dugaan menista agama lewat postingan di media Facebook dan Twitter, Kamis (12/5/2016).

Penulis buku itu bakal dijadikan tersangka oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah karena menulis tentang Nabi Muhammad dan kitab suci Alquran dalam buku berjudul Tragedi Incest Adam – Hawa dan Nabi Kriminal.

Kuasa hukum Ahmad Fauzi, Zainal Arifin dari LBH Semarang, membenarkan kliennya telah diperiksa polisi dan berstatus saksi. Pada pemeriksaan kedua nanti Ahmad Fauzi baru akan ditetapkan sebagai tersangka.

Namun dalam surat bernomor S.Pgl/72/IV/2016/Reskrimsus, polisi menyebutkan Ahmad Fauzi dimintai keterangan sebagai tersangka. Hal itu sehubungan dengan dugaan tindak pidana yang dilakukannya.

Ia dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan.

“Selain itu Fauzi disangkakan Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” terang isi surat yang ditandatangani penyidik Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Tengah Edhy Moestofa.

Sementara itu, Ahmad Fauzi dalam statusnya menyebutkan: “Aku tidak bisa mengagumi Muhammad karena ia bukan manusia. Manusia yang dianggap lepas dari segala dosa, itu bukan manusia lagi”.
Dalam media sosial lain dituliskannya: “Bagaimana ya rasanya membaca Quran sambil minum congyang? Kayak tarian kuantumnya heisenberg atau dancing wuli master?”

Namun dia membantah telah menghina agama. “Saya tak bermaksud menista agama. Apa yang saya tulis di media sosial didasari referensi, seperti disiplin ilmu ulumul Qur’an, sosiologi, antropologi, psikologi, hingga filsafat,” kilahnya. (edy/tmp)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply