Dari 50 Tinggal 30 Terpapar Covid, Kades Rancaiyuh Lakukan Langkah Penanggulangan



Dari 50 Tinggal 30 Terpapar Covid, Kades Rancaiyuh Lakukan Langkah Penanggulangan

KAB TANGERANG, Bantenlink.com — Meski warga yang terpapar Covid-19 di Desa Rancaiyuh tidak sebanyak desa lainnya di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, namun kepala desa Rancaiyuh memiliki langkah-langkah untuk penanganannya.

Dalam bincang-bincang bersama dua orang Babinsa Rancaiyuh yakni Ritam dan Saidan, Kepala Desa Rancaiyuh, Suherman, mengatakan untuk penanganan Covid-19 wilayahnya agak lebih sedikit dibandingkan Desa Panongan yang lebih banyak perumahannya.

“Disini perumahannya lebih sedikit dan ada beberapa pabrik. Dari 50 orang yang terpapar Covid kini tinggal 30 orang yang dirawat secara isolasi mandiri yang perkembangannya dipantau oleh bidan desa. Kalau harus ke rumah sakit, mobil ambulan kita siap mengantarkan. Sedangkan yang meninggal ada sebanyak 4 orang,” ucap Suherman, Selasa (13/7/2021).

Dikatakannya, untuk komunikasi dalam penanganan yang terpapar Covid-19, ada grup khusus Satgas Covid. Dari sini bisa diketahui kondisi warga yang terpapar dan kebutuhan apa yang diperlukan. Misalnya, untuk menyiapkan kebutuhan sembako atau oksigen.

Diakuinya, dari tahap pencegahan seperti kesiapan masker dan desinfektan, pada tahap penanggulangan saat ini Pemerintahan Desa Rancaiyuh sudah merencanakan untuk pembelian sembako bernilai sekitar Rp 200 – Rp 250 ribu bagi yang terpapar Covid-19 dan sedang isolasi mandiri hingga sembuh.

“Dalam penanggulangan kalau memang dibutuhkan kita akan sediakan rumah khusus untuk yang isoman. Kita sudah siapkan beberapa tabung dan isi oksigen. Sedangkan untuk yang harus dirawat ke rumah sakit kita fasilitasi,” tambahnya.

Suherman menyebutkan, dirinya merasa bersyukur selama ini ada kesadaran warga yang terpapar Covid-19 setelah melakukan swab mandiri kepada Satgas Covid-19. Kita catat datanya dan melakukan pemantauan dalam perkembangan kesehatannya, serta memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Terkait masalah anggaran penanggulangan Covid-19, Kepala Desa Rancaiyuh belum bisa memprediksinya. Namun diharapkannya akan bisa dengan menggunakan Anggaran Dana Desa dengan terlebih dulu berkordinasi dan mendiskusikannya dengan pihak Dinas Pemerintahan Desa Kabupaten Tangerang di Tigaraksa.

Suherman pun berharap terkait di wilayahnya banyak pabrik dan usaha jasa lainnya yang mempekerjakan warga Desa Rancaiyuh, akan ada kerjasama dan bantuan dari pihak perusahaan. Kerjasama yang dilakukan adalah melakukan penyemprotan desinfektan gedung pabrik dengan melibatkan tiga pilar dan Ormas yang ada.

“Syukurlah hal ini mulai berjalan. Seperti misalnya, ada pabrik yang karyawannya terpapar, dimintanya kebijaksanaan untuk tidak memecatnya dan terus menggaji hingga sembuh. Seperti kemarin, ada perusahaan yang bahkan mau berpartisipasi memberikan sejumlah uang untuk konsumsi karyawannya yang terpapar Covid-19,” tandas Kades Rancaiyuh Suherman.

EDY TANJUNG

Tags:

Leave a Reply