Harap-harap Cemas Menanti Kegiatan Sekolah Seperti Dulu Lagi



HAMPIR satu setengah tahun kita dilanda pandemik covid-19. Selama itu pula berbagai kegiatan tersendat. Salah satunya di bidang pendidikan. Mencegah penularan penyakit yang di sebabkan virus itu membuat kegiatan belajar dan mengajar tidak efektif.

Karena pemerintah memberlakukan protokol kesehatan yaitu harus selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, memakai masker, tidak boleh berkerumun dan mobilisasi massa, KBM berjalan dengan jarak jauh.

Guru dan siswa mengajar dan mengajar menggunakan handphone, dengan aplikasi Watchapp, Google Meet dan Zoom Meeting. Tak banyak diharapkan target pendidikan yang terpenting hanyalah terpenuhi standar proses dari delapan standar pokok pendidikan.

Sering menjadi keluhan dengan belajar melalui smart phone di rumah anak-anak kurang terkontrol dan lebih banyak bermain daripada mengerjakan tugas. Sebagian keluhan, anak tidak memiliki handphone sendiri sehingga terpaksa harus mengambil bahan tugas dan mengantarkan lagi ke sekolah.

Saat ujian, hal sama pun terjadi. Terutama di sekolah negeri sama sekali tidak dilakukan KBM dan ujian tatap muka.

Ada sekolah yang berinovasi untuk menerapkannya secara online atau dalam jaringan (daring). Namun rata-rata semuanya menginginkan diberlakukan lagi sekolah offline atau tatap muka.

Maka sebagai keberanian untuk melaksanakan kegiatan sekolah dengan tatap muka, pada ujian sekolah sebagian melaksanakannya di sekolah. Tentunya atas permintaan orang tua dan meminta izin satuan tugas percepatan pemberantasan pandemi covid-19.

Sekolah tersebut melaksanakannya karena di wilayah bersangkutan sudah zona hijau atau aman dari pandemik covid-19, mengikuti aturan pemerintah untuk mengikuti mematuhi protokol kesehatan. Semuanya tidak mau gegabah dan selalu bedoa agar tak ada yang tertular covid-19.

Kini, di penghujung tahun pelajaran 2020-2021, perasaan harap-harap cemas penyelenggara pendidikan akan dapat melaksanakan KBM dengan tatap muka di tahun pelajaran 2021-2022. Belum ada instruksi pasti dari pemerintah atau pun pihak terkait yang mengizinkan untuk menyelenggarakan sekolah dengan tatap muka.

Langkah-langkah rapat dan kordinasi dilakukan yang intinya akan tetap melihat zona daerah, melakukan protokol kegiatan, menghindari pertemuan jika tidak terlalu penting, membagi waktu pertemuan dan lainnya.

Intinya, begitu rindunya kegiatan sekolah berlangsung (efektif) seperti sediakala. (Masih) kita tunggu kepastiannya.

EDY TANJUNG

Tags:

Leave a Reply