Terapkan Perintah Kapolri Polres Cilegon Tangkap 7 Orang Terkait Prostitusi Online



Terapkan Perintah Kapolri Polres Cilegon Tangkap 7 Orang Terkait Prostitusi Online

CILEGON — Sesuai perintah Kapolri dengan Empat Transformasi yang menekankan diantaranya bidang operasional, organisasi, pelayanan publik dan pengawasan, Polres Cilegon Polda Banten berkomitmen meningkatkan penegakan hukum.

Salah satunya dengan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait maraknya prostitusi online di wilayah hukum Polres Cilegon, Banten, yang menangkap tujuh orang, yakni seorang berinisial MS dengan saksi sebanyak 6 orang itu dan barang bukti handphone, sepeda motor, STNK, kunci dan uang tunai sebesar Rp 1 juta.

“Sebagaimana yang diinformasikan masyarakat, tentang adanya prostitusi online di wilayah Cilegon, Reskrim Polsek Pulomerak yang dibantu oleh Sat Reskrim Polres Cilegon Polda Banten berkomitmen melakukan penegakan hukum terhadap pelakunya, Kapolres Cilegon Polda Banten,” terang AKBP Sigit Haryono SIK SH, Minggu (21/5/2021).

Didampingi Kapolsek Pulomerak Kompol Muhammad Akbar Baskoro Nur, Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Arif Nazaruddin Yusuf, Kasi Humas Polres Cilegon IPTU Sigit Dermawan dan Kanit Reskrim Polsek Pulo Merak Iptu Asep Iwan, Kapolres Cilegon menjelaskan, pada hari Minggu sekira pukul 04.00 WIB jajarannya kepolisian telah melakukan penangkapan 7 orang.

“Mereka terkait jaringan tindak pidana perdagangan orang atau perbuatan cabul. Seorang berinisial MS dengan saksi sebanyak 6 orang itu kami amankan bersama barang bukti handphone, sepeda motor, STNK, kunci dan uang tunai sebesar Rp 1 juta,” terang AKBP Sigit saat conference press yang digelar di lapangan Apel Polsek Pulomerak, Selasa (25/5/2021).

Lebih jauh disebutnya, pengungkapan atas informasi masyarakat yang langsung ditindaklanjuti oleh Polsek Pulomerak. Ketujuh tersangka yang ditankap dijerat dengan pasal 2 ayat 1 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana pemberantasan perdagangan orang.

“Ya, pidananya penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dengan denda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta,” ucap AKBP Sigit.

Selain prostitusi online, lanjut Kapolres Cilegon, pihaknya berkomitmen memberantas miras dan ranmor. Apabila masyarakat Cilegon mengetahui, pintanya, silakan melaporkan.

“Kami dengan bekerjasama dengan masyarakat akan mengungkapnya. Ini untuk mengkondisikan kota Cilegon menjadi Cilegon yang aman dan kondusif sehingga pembangunan dapat berjalan dengan lancar,” tegas AKBP Sigit.

Rls

Tags:

Leave a Reply