Muhammad Rizal Reses di RW 11 Binong, Warga: Pak Kalau Jahit Jas ke Saya Saja



Muhammad Rizal Jaring Aspirasi di RW 11 Binong, Warga: Kalau Bapak Mau Jahit Jas ke Saya Saja


KAB. TANGERANG, Bantenlink.com — Anggota DPR Muhammad Rizal menyampaikan tupoksinya melakukan legislasi, membuat anggaran dan melakukan pengawasan. Demikian dikatakannya saat bertemu dengan Ketua RW 11 dan jajaran di bawahannya, di Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu (24/4/2021). Menariknya, saat menjaring aspirasi seorang warga meminta, kalau mau menjahit jahit pakaian jas kepadanya saja. Hal ini direspon Muhammad Rizal dengan mengiyakannya.

Selain permintaan menjahitkan jas kepada Anggota DPRD, ada beberapa masukan yang diterima, seperti pemberantasan narkoba di wilayah, pengurusan surat mesjid agar dapat mengajukan anggaran pembanguan dari pemerintah, masalah mengatasi banjir dan ingin mendapatkan tenda karena RW 11 belum memilikinya.

“Anggaran besar dari DPR yang bermitra kerja dengan kementerian bisa direalisasikan ke bawah dalam bentuk kegiatan misalnya untuk pembangunan madrasah. Sedangkan untuk mengatasi banjir dengan normalisasi saluran air dapat mengaspirasikannya ke DPRD.

DPRD sendiri mempunyai pagu. Untuk kepentingan pembangunan di RW 11 dapat berjuang dengan pro aktif mendekati anggota Dewan. Jadi, jangan malu meminta dorongan anggota Dewan. Bisa dilakukan dengan bersinergi dengan Lurah. Yang penting bersama-sama.

Berkaitan dengan posisi saya di bidang sosial dan keagamaan, misalnya bisa mengajukan jika ada pembangunan madrasah. Ini menjadi tupoksi saya di Komisi 8, selain bidang kebencanaaan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Pemberantasan narkoba bisa dimasukkan dalam perlindungan anak karena bisa menghancurkan indonesia. Data yang saya dapat ada 40 -50 anak meninggal perhari. Namun begitu adalah tugaskita menjaga anak-anak. Pembinaan menjadi tanggung jawab keluarga, lingjungan sekolah dan lingkungan masyarakat, agar jangan ada anak muda berantam perang petasan rawan menjadi tugas kita.

Masalah tenda RW tidak punya bisa dilakukan dengan gotong-royong. Kalau nanti saya bantu tapu khusus RW 11. Kalau untuk semua RT berat. Khawatirnya kalau ditawarin macam-macam saya mau, dan ngeri menjadi korupsi.

“Saya akan ikut bersama untuk membangun RW 11 Binong.Kalau bukan domain saya, namun saya siap mendorong ke Lurah, Camat dan Bupati. Tapi harap diingat, anggaran bisa didapat dari kabupaten, provinsi dan pusat, atau gotong royong, ” ujar Muhammad Rizal.

Mudahan masalah banjir saat hujan agak lama di Binong ada solusinya. Mengenai status tanah mesjid yang belum punya surat harus ada suratnya. Tanah fasum tidak mungkin akan dibuatkan sertifikat. Developer mungkin masih memasukkan tanah fasum ke aset mereka.

Untuk pengajuan anggaran mesjid baru didaftarkan ke Kemenag. Fasum harus ada surat. Untuk. Itu agar bisa dapat kompromi dengan forum. Developer harusnya menyerahkan tanah fasum ke Pemda, dan Pemda mencatatkan penggunaannya untuk apa.

Kalau fasum sudah diserahkan ke Pemda, bisa mengajukan pengelolaan aset. Saya ikut mendorong agar cepat dapat surat. Saya pun siap mencari teman teman dan Kementerian. Agama. tapi lengkapi juga sudah terdaftar di Kemenag. Biasanya sertifikat tanah fasum sudah ditunjuk ke yayasan.

Terkait banjir karena got macet saya minta tolong kepad bapak Tubagus Luay dari DPRD untuk menyelesaikannya. Kalau banjir karena kali Sabi mengecil, saya minta tolong dipekajari akar masalahnya. Solusinya apakah harus dikeruk, apa dibuat penampungan. Saya dapat info bahwa di kelurahan Sukabakti ada lahan tinggal dibangun saja.

EDY

Leave a Reply