Kabid Humas Polda Banten Imbau Jauhi Narkoba dan Laporkan Bila Tahu Ada Penyalahgunaan



Kabid Humas Polda Banten Imbau Jauhi Narkoba dan Laporkan Bila Tahu Ada Penyalahgunaan

Tangerang – Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjauhi narkoba dan dapat melaporkan ke pihak berwajib apabila mengetahui ada penyalahgunaan narkoba.

“Kami mengajak kepada masyarakat untuk hindari Narkoba dan mohon peran aktif masyarakat, agar bisa membantu polisi dalam berantas Narkoba dengan cara melaporkan ke Polisi terdekat, mengawasi prilaku anak-anak kita dan awasi rumah-rumah kontrakan yang rawan digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikannya saat NA (52), seorang Kepala Desa di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang pada ekspos press release ungkap kasus narkotika di Mapolresta Tangerang, Rabu (31/03/2021).

Dengan mengenakan kaos tahanan berwarna oranye, pria yang sudah sekitar 10 tahun menjadi kepala desa itu terjerat kasus narkoba usai ditangkap Satresnarkoba Polresta Tangerang saat sedang berpesta sabu bersama lima orang temannya.

Dalam. Kesempatan yang sama Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengungkapkan, penangkapan terhadap oknum kepala desa itu bermula saat Satresnarkoba Polresta Tangerang menggerebek sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 19 Maret 2021, sekitar pukul 12.30 Wib.

“Dalam penggerebekan itu kita amankan 6 orang tersangka yakni NA, JS, HR, MH, AN, SS,” Ungkap Wahyu.

Selain mengamankan 6 orang tersangka, lanjut Wahyu, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu paket alat hisap sabu atau bong yang dibuat dari botol bekas air zam-zam, korek api modifikasi, 2 unit handphone, dan pipa kaca berisi sabu sisa pakai seberat 1,05 gram.

“Dari hasil pengembangan kemudian kita amankan satu tersangka lain juga berinisial AND alias Jayong yang merupakan pemasok sabu kepada NA dan temannya,” Tambah Wahyu.

Sementara, atas perbuatannya itu Kades dua periode tersebut akan dijerat dengan pasal 114 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Narkotika No. 35 Tahun 2009.

“Ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara dan denda maksimal 10 miliar rupiah,” jelas Wahyu.

Rls

Leave a Reply