Sekilas Tentang “Baduy” dalam Novel Karya Uten Sutendy



Baduy Sebuah Novel Karya Uten Sutendy

Novel Baduy Karya Uten Sutendy Bagian Pertama:

Suten seorang idealis anak pengusaha lulusan filsafat bekeja sebagai penulis dan wartawan. Prinsipnya dalam hidup mau meramaikan dunia atau membenahinya. Berteman dengan Andrea muallaf, LSM lingkungan dan sebagai fotografer yang hobi berziarah. Bab pertama Novel Baduy mengisahkan perjalanan mereka sangat menarik.

Diakhir kuliah Suten pernah kesini. Dari Rangkas Bitung, sesampai di Baduy Luar, Desa Cibolenger keduanya disambut pemandu warga kampung Gajeboh tempat basecamp bernama Musung anak tokoh Baduy Dalam yang sudah tinggal di Baduy Luar sejak15 tahun lalu, dan membawanya ke kampung Kaduketug Kades Kanekes Jaro Daenah. Pada bab ketiga dipaparkan hutan lindung dan orang Baduy yang menjaga kelestarian lingkungan. Sebagai kegiatan ritual sehari-hari.

Ada hutan larangan, kecuali mengambil madu dan obat. Ada hutan titipan di luar hutan larangan, tempat dilarang tempat menangkap hewan dan menebang pohon. Perkampungan Baduy diapit sungai Ciujung dan Cisimet. Kampung Baduy luar dan Baduy Dalam dihubungkan jembatan bambu yang diikat tali kayu ke pohon-pohon besar.

Berbeda dengan Baduy Dalam, Baduy Luar sudah mulai moderen, ada listrik dari aki. Seminggu sekali aki dibawa ke Cibolenger. Di Kaduketug masih ciri Baduy masih agak dijaga di tengah terjadinya pergeseran tata nilai. Sedangkan di kampung Gajeboh sudah tersentuh modernitas dan memiliki tempat pernikahan, menumbuk padi bersama dengan saung lisung beratap rumbia. Bale di setiap rumah sebagai tempat merokok dan berbincang dengan tamu.

Ayah Mursyid seorang guide agar tidak terjebak ke hutan selain Musung, menjelaskan Baduy berasal dari bahasa Arab Badwi. Baduy juga berasal dari nama sungai Cibaduy dan Gunung Baduy. Penduduknya memeluk agama Sunda Wiwitan. Selokanya, Ba (badan), Duy (Dunia). Disebutnya, orang Baduy keturunan manusia pertama di bumi, Nabi Adam (Batara Tunggal) yang beragama Sunda Wiwitan, sudah ada sebelum ada agama lainnya. Agama sunda wiwitan mengajarkan pemeliharaan lingkungan. Namun tidak memiliki kitab suci tapi diajarkan turun-temurun dan agak sulit membedakannya sebagai adat istiadat.

Kampung Cibeo, Cikartawana dan Cikeusik merupakan kampung di Baduy Dalam. Jarak dari Gajeboh ke Cibeo sekitar 20 kilometer, ditempuh selama 4 jam berjalan kaki tanpa melalui jalan permanen.

Orang Badui Dalam yang sudah berkeluarga memiliki saung sebagai rumah kedua dan tinggal disana berkebun hingga panen tiba. Pohon durian sebagai penopang ekonomi keluarga yang pantang ditebang kecuali roboh karena sudah tua.

Baduy luar melingkari Baduy Dalam yang dijaga sampai akhir masa. Warga negara asing tidak boleh masuk ke Baduy Dalam. Orang Baduy Luar menganggap Baduy Dalam sebagai orang tua. orang suci yang bertapa untuk menjaga kelestarian alam dan melakukan komunikasi langsung dengan Tuhan, yang menyebabkan banyak orang luar yang belajar kebatinan dan meminta doa.

EDY TANJUNG

Leave a Reply