Dewan Banten Muhlis SH Berlatar Pesantren, Ini Ceritanya Berpartai PDIP



Muhlis SH (tengah) Anggota DPRD Banten. Foto untuk berita: Dewan Banten Muhlis SH Berlatar Pesantren, Ini Ceritanya Berpartai PDIP

KAB TANGERANG, Bantenlink.com — Dunia pondok pesantren (Ponpes) merupakan bagian yang tak bisa dilepaskan dari kehidupan Muhlis SH selaku Anggota DPRD Provinsi Banten yang berasal dari PDIP. Lantaran kalangan teman-temannya banyak dari Ponpes, tak heran kader PDIP ini seperti lebih identik dengan PKB. Tak sembarangan, saking khusus pengalamannya dari Ponpes, membuat teman-temannya sering melakukan guyon kepadanya: Biarpun bajunya merah tapi pak Muhlis mah di dalamnya hijau. Artinya, meskipun partainya nasionalis tapi warnanya hijau (identik keislaman).

Namun hal itu pun tak ditampik wakil rakyat yang selama satu periode memgabdikan diri di DPRD Kabupaten Tangerang dan menjalani dua periode di DPRD Provinsi Banten. Seperti terlihat dalam suasana rehat di saung Makam Uyut Icang di Pasiripis, Rancaiyuh, Panongan, Kabupaten Tangerang. Di acara santai yang dihadiri Pengasuh Ponpes Miftahul Khaer KH Hafis Gunawan dan Ketua KNPI Kabupaten Tangerang Adang, Muhlis pun memaparkan beberapa hal tentang dirinya yang ternyata mempunyai banyak pengalaman dunia Ponpes.

“Iya saya merah, tapi kan dari pesantren Darqo (Darul Qolam),” ungkap legislator tampan berubuh langsing ini. Diceritakannya, kalau dirinya tak ada di PDIP siapa lagi yang akan memarnai suasana pondok pesantren di partai besutan Megawati Soekarnoputri itu.

Cerita punya cerita, selain menjadi wakil rakyat, politisi kawakan ini pernah pula menjadi calon Wakil Bupati Tangerang. Selain itu juga pernah menjadi Ketua KNPI Kabupaten Tangerang. Karena menjadi pimpinan berbagai OKP (organisasi kepemudaan) itulah menjadi tak asing baginya bergaul dengan OKP Nahdlatul Ulama yakni GP Ansor ataupun organisasi sayap NU dan lainnya. Apalagi bergaul dengan rekan-rekannya dari PKB yang juga sebagai pendukung partai pemerintah.

Makanya, terkait warna merah dan hijau yang sering menjadi bahan joke temannya, Muhlis pun tak sungkan-sungkan membeberkan pengalaman-pengalaman dirinya.

Muhlis menceritakan, saat berlangsung Reuni Akbar Ponpes Darul Qolam belum lama ini, pernah terjadi hal yang disangka-sangkanya dari Abah.

“Saat Abah mengumpulkan semua Anggota Dewan yang berasal dari Ponpes Darul Qolam, berpesan agar mendukung partai berasal dari selain PDI. Saya kaget. Pas ada teman dewan lulusan Darqo yang bilang ada Muhlis yang PDIP baru saya lega. Tidak disangka Abah bilang menyambung ucapannya: Kecuali untuk dapil (daerah pilihan) dari sini saja,” ungkap Muhlis sembari tergelak mengungkapkan pengalamannya.

EDY TANJUNG

Leave a Reply