Laporan Pencurian HP Selebgram Follower 1,1 Juta Dicabut, Tersangka Derita Kanker dan Baru PHK



Foto konferensi pers di Polres Bandara Soetta, Rabu (23/2/2021)

Foto untuk berita: Laporan Pencurian HP Selebgram Follower 1,1 Juta Dicabut, Tersangka Derita Kanker Baru PHK

TANGERANG, Bantenlink.com — Jangan pernah mengambil barang orang yang tercecer, sebab bisa dilaporkan sebagai pelaku pencurian. Seperti dialami Suharti yang pada Rabu 17 Pebruari 2021 minggu lalu dilaporkan ke Polresta Bandara Soekarno Hatta.

Pelaporan berawal dari selebgram (Selebriti Instagram) Akbar PB dengan akun Instagram ajudan_pribadi yang tercecer handphone miliknya bermerek Samsung S21 di ruang tunggu taksi Blue Bird di terminal 3 kedatangan di Bandara Soetta.

Atas kejadian itu, adik iparnya melaporkan kejadian pada hari yang sama. Namun akhirnya Akbar karena kasihan kepada Suharti yang ternyata sudah lama menjanda dan baru di-PHK (pemutusan hubungan kerja) sebagai PRT (pembantu rumah tangga).

Dan rupanya pemilik handphone yang tercecer bernilai sekitar Rp 20 juta per unit ini mau memaafkan Suharti. Bahkan dengan kebaikan hati pemilik follower Instagram yang pengikutnya berjumlah sebanyak 1,1 juta orang ini, bukan hanya mau mencabut laporan yang dibuat adiknya malah berjanji akan memberikan handphone kepada anak Suharti yang sempat memakainya untuk digunakan sebagai alat berjualan online.

“Sudah ada surat permintaan maaf dari pelaku dan adanya pernyataan menerimanya dari korban yang kehilangan handphone,” ungkap Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Adi Ferdian SIK MSi didampingi Kasat Reskrim Kompol A Alexander SH SIK MM MSi, saat konferensi pers di Polresta Bandara Soekarno Hatta, Rabu (24/2/2021).

Dijelaskannya, awalnya ibu rumah tangga malang ini menemukan sebuah handphone yang tertinggal di ruang tunggu taksi Blue Bird Area Gate 5 Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Tak disangka, ternyata handphone tersebut milik selebgram Akbar PB yang baru menumpang pesawat Garuda GA641 dari Makasar, Sulawesi Selatan.

“Akbar sendiri baru mengetahui handphone yang banyak berisi data penting tertinggal di ruang tunggu taksi setelah berada di tol Soediyatno ketika akan ke rumahnya di kawasan Kelapagading. Sedangkan Suharti yang baru datang fari Pangkal Pinang mengambil handphone bukan miliknya karena menganggap rejeki nomplok dan kurang paham hukum,” sambung Kapolresta Bandara Soetta.

Lanjut Kombes Pol Adi Ferdian, Suharti tidak melaporkan barang yang ditemukannya kepada pihak keamanan yang ada di Bandara Soetta dan malah membawanya pulang ke rumah. Sesampainya di kontrakannya di Cakung, ketika masuk pun telpon tidak dijawabnya. Terakhir kartu sim diganti dengan nomor milik anaknya karena akan digunakan untuk berjualan online,” papar Kombes Pol Adi Ferdian.

Sementara itu, adik ipar Akbar bernama Muhammad Zidane pada hari itu juga melaporkan kejadian yang dialami saudaranya ke Polresta Bandara Soetta. Atas adanya laporan bahwa handphone milik Akbar yang tercecer sudah diambil orang lain, maka dengan sigap personil Polresta Bandara Soetta mencari keberadaan Suharti melalui handphone tersebut.

“Sunarti dan anaknya serta barang bukti akhirnya kami amankan. Dan, karena kebaikan hatinya dan perasaan kasihan mengetahui keadaan tersangka, akhirnya Akbar memaafkan kesalahan Suharti,” sambung Kapolresta Bandara Soetta.

Lebih jauh Adi Ferdian menjelaskan, kebaikan pemilik club bola ini merasa terenyuh mengetahui Suharti yang menjadi single parent, baru di-PHK majikannya di Pangkal Pinang dan akan berobat kanker kelenjar getah bening.

Sikap kebaikan Akbar yang mau memaafkan Suharti yang dilanjutkan mencabut laporan, menjadi perhatian pihak Polresta Bandara Soetta. Meski begitu tetap menjalankan prosesnya.

Dalam konferensi pers sempat menimbulkan rasa haru wartawan yang meliputnya. Setelah mengakui kesalahan perbuatannya,
Suharti berulangkali meminta maaf kepada dan bersimpuh cukup lama di kaki Akbar. Menjadi pertimbangan pula kepolisian jika Suharti yang sakit kanker kelenjar getah bening akan riskan jika dikenai Pasal 362 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.

Menurut Kasat Reskrim Kompol A Alexander SH SIK MM MSi, sikap yang diambil Akbar patut diapresiasi. Peristiwa ini sesuai motto Presisi Polri yang salah satunya adalah
transformasi operasional Polri berupa peningkatan kinerja penegakan hukum yang kini berprinsip tidak selalu kasus harus berujung ke pengadilan.

“Keadilan sekarang tidak harus sampai pengadilan. Bisa selesai jika yang bersangkutan meminta maaf dan yang lainnya memaafkan. Dengan jargon presisi polisi menerapkan adanya kepastian hukum dan keadilan hukum. Ya, Sunarti harus mempertanggungjawabkan perbuatan. Seharusnya tidak tergoda mengambil barang milik orang lain yang ditemukannya menyerahkannya kepada petugas keamanan. Kesalahannya sudah dimaafkan,” ungkap Alex.

EDY TANJUNG

Leave a Reply