UI Sambut Baik Program Kampus Merdeka Karena Mahasiswa Bebas Kembangkan Potensi



Foto Berita: UI Sambut Baik Program Kampus Merdeka Karena Mahasiswa Bebas Kembangkan Potensi. Yosia memberikan keterangan terkait Program Kampus Merdeka

DEPOK, Bantenlink.com — Kemendikbud mengusung program Kampus Merdeka dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI) menyambut baik program tersebut. Pasalnya, mahasiswa akan dapat dengan bebas mengembangkan potensi masing-masing dalam membangun Indonesia. Caranya berkontribusi di daerah masing-masing. Tentunya dengan dukungan Rektorat UI, sehingga mahasiswa yang aktif di dalamnya berpeluang dalam pengembangan dan memberikan kontribusi terhadap masyarakat.

Ketua DPM UI, Yosia Setiadi Panjaitan menyebutkan lembaga yang dipimpinya berpotensi sangat besar dalam menjadikan kampus UI sebagai percontohan terwujudnya toleransi antar umat bergama di kalangan mahasiswa.

Selain itu untuk terwujudnya mahasiswa yang berdaya kompetisi dan siap berkontribusi di tengah masyarakat. Sebagaimana perwujudan  Tri Dharma Perguruan Tinggi yang melahirkan generasi muda berpemikiran kreatif, mandiri dan inovatif dalam membangun bangsa di berbagai sektor sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.  

“Sekarang kami merestrukturisasi Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Indonesia (IKMUI), karena banyak yang harus dibenahi, diantaranya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Terlebih program Kampus Merdeka sebagai program Kemendikbud. Kepintaran mahasiswa sendiri tidak hanya ditentukan  oleh IPK saja tapi juga bagaimana mengembangkan potensi dirinya sendiri,” jelas Yosia, mahasiswa semester delapan Fakultas Ekonomi UI, Depok itu.

Ditambahkannya, dengan adanya DPM UI ketika mahasiswa lulus tidak semata-mata mengandalkan nilai akademis tapi dapat mengaktualisasikan dirinya berdasarkan passion yang dimiliki. Dengan Kampus Merdeka diharapkan mahasiswa lebih berkiprah aktif dalam membangun  daerahnya atau bangsa.

Untuk DPM UI, dari 15 Fakultas di UI mengirimkan masing-masing perwakilannya untuk menjabat sebagai ketua dan wakil ketua.

Fungsi DPM

Fungsi DPM layaknya seperti DPR yang memiliki fungsi strategis dalam pergerakan mahasiswa.  Berfungsi sebagai pengawasan dan pembuat undang-undang tingkat kampus. Memiliki otoritas melaksanakan ospek penerimaan mahasiswa baru di universitas dan mengatur mekanisme pemilihan ketua dan wakil ketua BEM yang biasanya dilakukan setahun sekali.

“UI sebagai kampus yang sangat multi kultural diibaratkan sebagai wajah Indonesia. Karena itu saya ingin menunjukkan di kampus UI tidak ada diskriminasi dan setiap orang di UI karena sama-sama satu almamater. Jadi, selain pengembangan Sumber Daya Manusia, kita juga ingin agar toleransi  terbentuk (tidak ada diskriminasi)”, papar Yosia.

DPM ingin membentuk ospek yang nilai utamanya bukan hanya nilai kepercayaan/kebanggaan diri tapi juga toleransi, sebab UI  adalah  multikultural dan tidak berfokus pada akademi semata juga pada potensi diri. Makanya seluruh bidang UKM akan distrukturisasi dalam membina dan memajukan UKM-UKM yang digeluti para mahasiswa seperti bidang seni maupun olahraga. 

Menyikapi situasi dan kondisi sosial politik yang berkembang di lingkungan masyarakat upaya ini dinilai penting dalam rangka mendukung UU ITE. , Yosua mengajak seluruh mahasiswa UI agar lebih bijaksana menggunakan media sosial.

Dari 78 UKM yang aktif seperti bidang olahraga, penalaran, seni, leadership dan sebagainya yang berprestasi semuanya dikoordinir oleh DPM dengan melibatkan pihak rektorat UI. Ada sekitar 30% dari seluruh jumlah mahasiswa UI yang aktif di UKM.  Komunikasi yang terjalin baik antara pihak rektorat dan DPM menentukan keaktifan dan kemajuan (prestasi) UKM-UKM yang bersinergi di bidang masing-masing untuk kemajuan bangsa.

Mahasiswa siap diterjunkan langsung dalam kegiatan sosial di masyarakat  luar kampus. Tidak hanya bisa mengembangkan diri di internal tapi juga di lingkungan eksternal kampus.

Kir/Purnama

Leave a Reply