Ponpes Miftahul Khaer Fasilitasi GP Ansor Beasiswa Wahyu, Ingin Jadi Ulama dan Viral Adzan di Makam Ayah



Ponpes Miftahul Khaer Fasilitasi GP Ansor Beri Beasiswa Wahyu yang Ingin Jadi Ulama dan Viral Adzan pada Penguburan Ayah

TANGERANG, Bantenlink.com — “Jangan takut mondok di pesantren dan sampai berhenti nyantri karena tidak ada biaya.” Demikian disampaikan Pengasuh pondok pesantren (ponpes) Miftahul Khaer, Curug, Kabupaten Tangerang, KH Hafis Gunawan, saat rapat wali santri, Minggu (14/2/2021).

Disebutkan pemilik tiga ponpes tersebut, pada hari Jumat 12 Februari lalu dirinya menyambut kedatangan Jana Wahyudi (Wahyu) yang viral di Tik Tok dengan video mengumandangkan adzan saat penguburan ayahnya.

“Pengunjung Tik Tok hingga mencapai 8 juta pengunjung, dan kini Wahyu insyaAllah akan menyantri di ponpes Miftahul Khaer, yang dibeasiswai GP Ansor,” tuturnya.

Sebelumnya, dari media sosial Facebook atas nama Ponpes Miftahul Khaer dan Huda, lantaran viralnya Tik Tok tersebut, terungkap bahwa Wahyu sangat berkeinginan mondok di Ponpes. Namun cita-citanya itu tak kesampaian karena tak mempunyai biaya.

“Tapi kini malah sudah mengumandangkan adzan di ponpes, di sela kedatangannya yang diantarkan Sekretaris GP Ansor Kota Tangerang, Muarifin. Wahyu rencananya akan mendapatkan beasiswa dari GP Ansor untuk mondok di Ponpes Miftahul Khaer,” imbuh kiai muda itu.

Lebih jauh KH Hafis Gunawan menceritakan, terungkapnya keinginan Wahyu video tentangnya viral yang suara syahdu dan menangis melantunkan azan saat penguburan ayahnya, di pemakaman Neglasari, Kota Tangerang.

Akan Mondok dan Kuliah Gratis

Sementara itu dari penelusuran Bantenlink.com, kejadian yang sangat viral hingga dilihat sekitar 8 juta netizen ini diunggah Elisa Cahyadi di akun Tik Tok @ elisaaaac

Kemudian terungkaplah tentang siswa SMPN 7 Kota Tangerang itu memang jago murottal dan pernah pula meraih juara 1 saat masih SD. Elisa mengemukan Wahyu berkeinginan masuk pondok pesantren. Online Tribun dari Elisa menyebutkan, remaja 14 tahun yang kini menjadi yatim itu bercita-cita ingin menjadi ulama. Tapi akhirnya memilih jalur SMPN karena tidak mempunyai biaya untuk mondok di pesantren.

Viralnya kisah Wahyu memang menarik banyak simpati netizen, tak terkecuali GP Ansor. Sebagai bentuk kepedulian, Sekretaris GP Ansor Banten Huda dalam rilis di Facebook miliknya menyebutkan dirinya Sekretaris Ansor Kota Tangerang Muarifin pasca viralnya Wahyu mendatangi rumah anak tersebut. Pihaknya menyampaikan janji akan membantu pendidikan Wahyu dari mulai mondok pesantren sampai kuliah. Untuk itu dipertemukan dengan pimpinan Ponpes Miftahul Khaer.

EDY

Leave a Reply