Tawarkan Upal Senilai 100 Ribu US Dollar, 3 Kolektor Diringkus Polisi Bandara Soetta



Tawarkan Obral Dolar Amerika Palsu, 3 Kolektor Diringkus Polisi Bandara Soetta

TANGERANG, Bantenlink.com — Apes nian nasib tiga orang berbeda namun memiliki hobi yang sama yakni mengoleksi uang kuno dan batu akik. Niat hati ketiganya ingin membayarkan hutang dengan menjadi money changer, namun malah akhirnya meringkuk di sel kantor polisi. Pasalnya, uang Dollar Amerika yang mereka miliki merupakan uang palsu yang ditawarkan obral.

Awal terbongkarnya mata uang asing palsu ini bermula dari seseorang di kawasan Bandara Soekarno Hatta (Soetta) yang merasa aneh ditawarkan oleh RA untuk menukarkan uang palsu (upal) dengan kurs yang sangat rendah.

Atas keanehan yang dialaminya akhirnya menyampaikannya kepada Bambang Hermanto yang merupakan anggota polisi di wilayah tersebut. Bambang kemudian melaporkan ke Polresta Bandara Soetta tentang adanya kepemilikan uang dolar Amerika dan penukaran uang palsu dengan harga kursnya lebih rendah dari standar.

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra didampingi Kasat Reskrim Kompol A Alexander mengatakan dalam konferensi pers yang diadakan pada 28 Desember 2020, diduga uang dollar yang dimiliki para tersangka merupakan uang dolar Amerika palsu. Namun pihaknya masih berkordinasi dengan Laboratorium Mabes Polri dan Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam memastikan keaslian uang tersebut.

Akhirnya hal tersebut terungkap setelah pihaknya melakukan penyelidikan dan penyidikan setelah adanya penawaran kepada seseorang dan dilaporkan Bambang Hermanto pada 28 Desember 2020.

Lebih jauh disebutkannya, uang dolar Amerika yang diduga palsu diamankan tim Sat Reskrim Polresta Bandara Soetta sebanyak 1.000 lembar yang terbagi dalam 10 lak, masing-masing berisi 100 lembar, yang bila dikurskan senilai Rp 1,4 miliar.

Kombes Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan jajarannya berhasil tiga orang tersangka, masing-masing RA (41) warga Cikokol Tangerang yang merupakan pedagang uang kuno dan batu akik, AN (37) warga Sukadiri berprofesi sebagai guru honor dan TP (55) bekerja sebagai buruh harian tinggal di Pakuhaji.

Sedangkan A yang merupakan sumber adanya uang asing diduga palsu atau diguna sebagai pencetak uang palsu berhasil melarikan diri dan menjadi buronan polisi. Sementara, agar temannya mau menukarkan uang diduga palsu tersebut, RA menjanjikan kepada AN akan memberikan upah senilai Rp 30 juta. Kemudian AN memberikan 6 gepok uang diduga palsu kepada TP untuk “disempurnakan” agar tidak dicurigai sebagai uang palsu.

Tersangka RA ditangkap di Jakarta Barat pada 2 Januari 2021, AN ditangkap di Sepatan 5 Januari 2021 dan TP ditangkap di Karawang pada 7 Januari 2021. Ketiganya masing-masing dijerat Pasal 244, Pasal 245 dan Pasal 250 KUHP tentang pemalsuan uang, pengedaran uang palsu dan penyediaan bahan kertas untuk memalsu uang negara, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

EDY TANJUNG

Tags:

Leave a Reply