Jempol! Tak Sampai 24 Jam Polsek Balaraja Bekuk 3 Pencuri Mobil Tahu Bulat



Jempol! Tak Sampai 24 Jam Polsek Balaraja Bekuk 3 Pencuri Mobil Jualan Tahu Bulat

Jempol! Tak Sampai 24 Jam Polsek Balaraja Bekuk 3 Pencuri Mobil Jualan Tahu Bulat

KAB TANGERANG, Bantenlink.com — Hanya dalam tempo kurang dari 24 jam Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten membekuk 3 orang dari sindikat pencurian mobil pickup yang digunakan pemiliknya untuk berjualan tahu bulat. Hal tersebut terungkap saat ekspos yang dilaksanakan kepolisian tersebut di Mapolsek Balaraja, Jumat (8/1/2021). Namun 3 orang lainnya yang tergabung dalam sindikat masih
DPO.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, menjelaskan penangkapan itu berawal dari laporan korban Karnen (43) yang kehilangan mobilnya saat diparkir di Kampung Tegal Indah, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.

Menururut dia, kronologis peristiwa hingga proses penangkapan para tersangka. Disebutkannya, mobil milik Karnen diparkir oleh rekannya Aji (37) di teras rumah dalam keadaan dikunci stir.Namun pada pukul 4 pagi, Aji baru mengetahui mobil jenis pick up itu telah raib.

“Kejadian itu kemudian dilaporkan oleh Aji ke Karnen. Keduanya sempat berusaha mencari kendaraan namun tidak ditemukan. Kemudian jam 09.00 WIB korban bersama saksi melaporkan kejadian itu ke Polsek Balaraja,” terang Wahyu saat konferensi pers di Mapolsek Balaraja, Senin (11/1/2021).

Mendapatkan laporan tersebut Unit Reskrim Polsek Balaraja, lanjutnya, kemudian melakukan penyelidikan dan pengembangan. Berkat perangkat GPS yang terpasang di kendaraan yang dicuri, polisi berhasil menemukan keberadaan mobil itu.

“Berdasarkan koordinat GPS, mobil berada di daerah Maja, Kabupaten Lebak,” kata Wahyu. Unit Reskrim Polsek Balaraja langsung bergerak dan berhasil mengamankan 1 orang laki-laki berinisial IF berusia 23 tahun yang diduga menjadi penadah mobil curian itu,” imbuhnya.

Dari keterangan yang diberikan tersangka IF, katanya lagi, polisi melakukan pengembangan. Hasilnya tersangka lain pun berhasil diciduk. Tersangka HR (31) ditangkap di Desa Bagoang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.Selain meringkus HR, polisi juga meringkus KS (40) dan Y (17) di lokasi yang sama.

“Saat petugas menggeledah kediaman HR, ditemukan barang bukti lain berupa kunci leter T, senjata angin jenis senjata serbu, senjata airgun model glock, 31 butir amunisi kaliber 5,56×45 milimeter, cerulit, dan golok,” papar Wahyu.

Kepada penyidik, tersangka HR mengaku senjata airgun jenis PCP itu dibelinya di toko online pada tahun 2018. Senjata itu, menurut tersangka, digunakan untuk berburu. Sedangkan 31 butir amunisi dan 3 butir slongsong peluru kaliber 5.56 diakui tersangka didapat dari rekannya.

“Selain senjata, polisi juga mengamankan 24 plat nomor kendaraan diduga hasil kejahatan. Satu unit mesin potong, 2 mesin angin, dan 3 tabung gas. Kasus ini masih akan terus dikembangkan, akan terus kami dalami untuk mengungkap sindikat atau jaringan lainnya,” ungkap dia.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edi Sumardi mengatakan, konferensi pers sebagai bagian dari implementasi program utama Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto yakni Pendekar Banten.

“Salah satu turunan program Pendekar Banten adalah manajemen media sebagai bentuk keterbukaan informasi publik,” kata Edy.

Polda Banten, tuturnya, mengapresiasi pengungkapan kasus yang tidak sampai 24 jam. Pengungkapan itu, terangnya, menunjukkan komitmen petugas kepolisian dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Terkait mobil pick up yang menjadi barang bukti saat ini dipinjampakaikan kepada korban. Hal itu agar usaha jualan tahu bulat yang digeluti korban bisa terus berjalan.nNamun saat perkara sudah memiliki kekuatan hukum tetap, kendaraan akan kami kembalikan sepenuhnya ke pemilik,” pungkasnya.

Tim

Leave a Reply