Komnas HAM Hari Minggu Ini Otopsi Jenazah Terduga Teroris Siyono Untuk Ungkap Kebenaran

Suyono1

JAKARTA | BantenLink — Situs “sangpencerah”, media Muhammadiyah, memberitakan sembilan dokter ahli forensik dari organisasi itu akan melakukan otopsi terhadap jenazah Siyono, Minggu (3/4/2016) ini. Otopsi dilakukan untuk mencari keadilan dan kebenaran.

Dikabarkan, otopsi dilakukan di bawah pimpinan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Sedikitnya Di bawah pimpinan Mas Iwan Setiawan, dikerahkan sekitar 1200 Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jateng-DIY untuk mengamankan proses utopsi.

Pelaksanaan otopsi yang diperkirakan membutuhkan waktu selama 6 jam di makam Suyono tetap dilakukan meski mendapat penolakan dari kepala desa Pogung, Cawas, Klaten, Jawa Tengah, yang mengklaim mengatasnamakan warga setempat.

Pelaksanaan otopsi dihadiri Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Siane Indriani, Manager Nasution, Prof Hadiz Abbas bersama Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas.



Otopsi Komnas HAM

Seperti diketahui Komisioner, Komnas HAM Siane Indriani, menilai penolakan pihak desa mengotopsi jenazah terduga teroris Siyono terlalu berlebihan. Alasannya, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sendiri mempersilakan pihak keluarga melakukannya.

“Kami sangat prihatin dengan reaksi berlebihan oleh pihak Desa. Padahal Kapolri sendiri telah mempersilakannya,” ucap Siane saat seperti dikutp Okezone, Kamis (31/3/2016).

Siane justru mempertanyakan apa hak dan kewenangan pihak desa melarangnya. Ia malah mencurigai ada yang menekan pihak desa agar juga melakukan tekanan ke keluarga Siyono.

“Harus diungkap, siapa pihak-pihak yang memiliki kekuatan menekan desa agar menolak otopsi,” imbuhnya. Pihak desa, lanjutnya, tidak memiliki hak menghalang-halangi otopsi dan melarang keluarga Siyono untuk memperoleh keadilan.

Namun, Komnas HAM akan melakukan pendekatan secara kekeluargaan agar konflik horizontal di masyarakat tidak terjadi. “Hal ini perlu dilakukan demi kenyamanan masyarakat. Kami akan menjelaskan bila otopsi tersebut tidak akan mengganggu masyarakat,” terang Siane.

Siane menjelaskan, otopsi Siyono dilakukan untuk memperkuat asumsi-asumsi yang sudah diperoleh Komnas HAM tentang penyebab kematian Siyono, yakni meninggal karena diduga mengalami tindak kekerasan.

“Memang otopsi sudah dilakukan pihak kepolisian. Sayangnya tidak memberikan hasil otopsi, sehingga Kami melakukan melakukannya lagi untuk memperkuat asumsi yang kami kumpulkan,” tandas Siane. (ed)

Tags:
Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply