Anggaran Rp 20 Juta, Begini Cara UPZ Baznas Kelapadua Bangun Rumah Layak Huni



Anggaran Rp 20 Juta, Begini Cara UPZ Baznas Kelapadua Bangun Rumah Layak Huni

TANGERANG, Bantenlink.com — Meski hanya berbiaya Rp 20 juta UPZ Baznas Kecamatan Kelapadua, Kabupaten Tangerang dapat membangun rumah Wawan Sahwani di RT 01 RW 02 Kampung Cibogokulon yang tidak layak huni menjadi rumah layak huni. Tak lain karena Program Bedah Rumah Baznas yang berasal berasal dari Zakat, Infaq dan shadaqah, juga didukung bantuan pribadi dan berupa uang tunai dan bahan bangunan.

Ketua UPZ Baznas Kecamatan Kelapadua H Madsari, mengatakan rumah Wawan yang sebelumnya masih gubuk tidak layak huni yang kini sudah sangat layak huni itu setelah dirombak total. Berdasarkan keterangan itu didapatnya dari Camat Kelapadua Prima Saras Puspa, rencananya akan diresmikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, HM Maesyal Rasyid antara tanggal 28-31 Desember 2020.

“Bedah rumah tak layak huni menjadi layak huni ini selesai dalam 19 hari kerja mulai tanggal 2 Desember hingga selesai 21 Desember 2020. Baznas Kab Tangerang dalam membangunnya mengucurkan dana Rp 20 juta. Karena tidak cukup untuk membangun sebuah rumah UPZ Baznas Kelapadua sebagai pelaksana mencarikan sumber dana lain sebagai solusinya. Setelah ditotal biaya membangunnya menelan biaya hampir Rp 50 juta,” tutur Madsari.

Disebutnya, pihaknya untuk mendapatkan biaya tambahan dirinya menggalang partisipasi dari donatur. Terkumpul donasi dari pribadi HM Maesyal Rasyid (Sekda Kab Tangerang) Rp 5 juta, dan dari HM Faizal Rp 1 juta.

“Selain itu GKI menyumbangkan cat untuk pengecatan rumah, Gereja Santo Laurencius menyediakan keramik seluruh lantai rumah dan wc dan Wihara Ekayana Serpong menyumbangkan asbes dan baja ringan,” tambah Madsari.

Lebih jauh diakuinya, untuk melakukan pekerjaan sosial seperti ini pihaknya tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan pihak lain. Tak dipungkirinya, akan ada saja yang berbeda pendapat, untuk itulah dirinya merasa perlu menyampaikannya.

“Meminta bantuan untuk membangun kembali rumah warga yang tidak layak huni menjadi rumah layak huni merupakan perbuatan kebaikan. Setelah rumah jadi seperti ini kan semua dapat melihat hasil dari niatnya. Jujur, kita pun menyosialisasikannya ke masyarakat bukan untuk dipuji. Kami semata-mata berharap bisa menjadi motivasi pihak lain agar menirunya,” tandasnya.

EDY TANJUNG

Leave a Reply