Warga Wajibkan Pekerja Paramount Masuki Cluster Karelia Seizin RT RW, Ngeri Tertular Covid-19



Warga Wajibkan Pekerja Paramount Masuki Cluster Karelia Seizin RT RW, Ngeri Tertular Covid-19

TANGERANG, Bantenlink.com — Lantaran tak ingin tertular wabah Covid-19, warga RW 029 Cluster Karelia, Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang mewajibkan setiap yang bukan warga wajib mendapatkan persetujuan RW jika masuk ke lingkungan tersebut.

Hal tersebut terungkap saat pekerja Paramount Land memulai pembangunan Karelia Vilage mendapat penghadangan semua warga Cluster Karelia yang nyaris memicu bentrok. Warga perumahan mewah itu menginginkan agar kegiatan pembangunan dimulai pasca berakhirnya PSBB pandemik Covid-19.

Namun karena membangun di atas lahan miliknya, permintaan penundaan pembangunan yang diminta tidak diindahkan pihak pengembang Paramount Land. Bahkan merangsek (memaksa masuk) menerobos penghadangan warga di wilayah permukiman yang telah memiliki Gugus Tugas Pemberantasan Covid-19 ini, hingga dilakukan mediasi antara warga dan pihak pengembang yang dihadiri unsur pemerintah dan keamanan.

Hadir dalam kesempatan pihak pengembang Paramount Land Rini, Lurah Medang Sutarlan dan Kapolsek Pagedangan AKP Fredy.

“Kami hanya ingin menjaga warga agar tidak tertular Covid-19, makanya membuat aturan kepada orang lain yang masuk ke lingkungan kami harus mendapatkan izin RT dan RW dulu,” demikian disampaikan Ketua RW 029 Karelia, Didik, saat digelarnya mediasi antara warga dan pengembang setempat, Selasa (22/12/2020).

Di mediasi yang dihadiri hampir seratusan orang ini, terkait semakin merebaknya wabah Covid-19 di wilayah Tangerang, akhirnya pihak Paramount Land menyepakati baru akan memulai pembangunan setelah berakhirnya PSBB.

“Pada prinsipnya kami tidak keberatan adanya pembangunan, sepanjang mengikuti ketentuan yang lazim dan Prokes Covid-19,” tegas Didik saat mediasi melalui siaran Zoom lantaran dirinya sedang berada di luar kota.

Disampaikannya, selaku Ketua RW 029 Kelurahan Medang dirinya keberatan pihak pekerja Paramount Land masih saja memaksa masuk (merangsek) ke Cluster Karelia ke wilayah RW 029 tanpa seizinnya. Padahal dalam mencegah penularan Covid-19 dirinya sudah berpesan kepada security agar setiap yang bukan warga masuk harus seizin RT dan RW lebih dulu.

Rini dari Paramount Land pada awalnya memang tidak sepakat pembangunan dimulai setelah berakhirnya PSBB, karena adanya catatan khusus.

“Pembangunan seperti ini juga kami laksanakan di beberapa cluster dengan catatan khusus. Kami juga komitmen melaksanakan Prokes Covid-19. Sedangkan untuk masuk, kami tidak perlu meminta persetujuan warga tapi cukup memberitahukan,” terang Rini.

Namun, setelah mendapatkan pengarahan dari Lurah Medang Sutarlan dan Kapolsek Pagedangan Fredy, pihak Paramount yang diwakili Rini menyepakati pembangunan pembangunan perumahan baru di lingkungan yang sudah banyak penghuninya baru dimulai setelah berakhirnya masa PSBB di pertengahan Januari 2020.

Dalam mediasi tersebut Lurah Medang Sutarlan berharap mengutamakan komunikasi agar tidak terjadi deadlock miscommunication. Disebutkannya, ada aturan terkait melaksanakan pekerjaan di saat pandemik yakni dengan prokes dan orang yang berkumpul hanya sebanyak 30 orang.

Kapolsek Pagedangan Fredy berpendapat yang sama Lurah Medang, agar kedua belah pihak mendahulukan komunikasi untuk solusi.

“Lebih baik berkomunikasi untuk mendapatkan solusi. Tentunya, tidak ada yang boleh anarkis atau sok preman. Ingat, kalau sudah ada LP nanti kita akan proses, jadi hukum yang bicara,” tegasnya.

EDY

Tags:

Leave a Reply