Satu Komando Politik, Industrialisasi China dan Vietnam Salib Indonesia

569bb86d9834b-hadapi-mea-industri-elektronik-indonesia-masih-lemah_663_382
JAKARTA, BantenLink | cp – Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Aries Mufti menilai bahwa mandeknya persoalan industrialisasi di Indonesia, karena tidak satu komando.



Menurut dia, jika dilakukan dengan satu komando, industrialisasi di Tanah Air akan tumbuh cepat. Tengok saja, China dan Vietnam, yang industrialisasinya bergerak cepat dan berhasil menyalip Indonesia, karena sistem yang digunakan hanya satu komando.

“Kelebihan China, Vietnam, sistem politiknya itu satu komando,” ujrnya dalam diskusi Polemik Sindo Radio berjudul Waspada Deindustrialisasi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu 2 April 2016.

Aries menjelaskan, sistem satu komando pernah diterapkan oleh Indonesia pada era Orde Baru.

“Kalau dulu, budget one komando Soeharto. Tetapi, setelah reformasi, (komando) juga DPR,” katanya.

Menurut dia, penggunaan anggaran negara, yang harus seizin Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) justru memerlukan waktu tidak sebentar. Sebab, ketika anggaran diajukan ke DPR, perlu pembahasan antara Badan Anggaran bersama pemerintah untuk menjadi Anggaran Pendapan dan Belanja Negara (APBN) maupun APBN Perubahan (APBN-P).

Selain itu, dia menilai, sistem tersebut berpotensi memunculkan persoalan baru, karena tidak semua yang diharapkan bisa dirumuskan dengan baik dan dianggarkan secara tepat.

“Misalnya di provinsi, sekolah membutuhkan apa tapi eksekutif dan DPR memberikan apa,” ungkap dia. (cp/viva.co/ed)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply