Warga Merasa Senang Mobilnya Bisa Masuk Pekarangan Rumahnya Lagi



Warga Merasa Senang Mobilnya Bisa Masuk Pekarangan Rumahnya Lagi


Tangerang, Bantenlink.com — 10 Desember 2020. Setelah beberapa Minggu akses jalan warga RT 04/RW 06, Desa Kadu, Curug Tangerang, di gang oleng,tidak bisa dilalui kendaraan roda 4.

Karena jalan pintu masuk di jalan gang Oleng ada penyempitan yang dilakukan oleh pemilik tanah. Yang pada saat itu warga sendiri tidak mengetahui titik permasalahan,

Dengan penuh tanda tanya ada apa kok tiba-tiba jalan semula bisa dilalui roda 4 sekarang hanya bisa dilalui kendaraan roda 2 saja.

Akhirnya salah seorang dari warga berkomunikasi dengan pihak pemilik tanah, untuk menanyakan hal tersebut,

Akhirnya mengetahui alasan si pemilik tanah memagari batas tanahnya sehingga tdak bisa dilalui kendaraan roda 4.

Bapak Masdi/Kacing salah satu warga yg menjelaskan alesan pemilik tanah yang menyebabkan akses jalan tdak bisa dilalui kendaraan roda 4 tersebut.

“Pemilik tanah sebetulnya hanya memberikan pelajaran kepada warga agar akses jalan jangan hanya bisa masuk mobil dari depan saja.”

Sementara warga sendiri tdak mau memberikan akses jalan untuk bisa di lalui mobil.

“Bahkan mendirikan bangunan rumah pun sangat dipepetkan ke batas jalan,” imbuh pak Masdi menirukan ucapan pemilik tanah.

“Bahkan ada salah seorang warga tanpa minta izin ke pemilik tanah menaruh barang-barang seperti pot bunga, ayunan, bahkan parkir kendaraan bermotor pun terkadang di tanahnya tanpa ada permohonan izin dari pemiliknya,” lanjut pak Masdi.

Juga warga yang jalur lurus dari jalur masuk mobil itu tidak mau memberikan jalan untuk dilalui mobil karena ada bangunan yang menghalanginya. Jika warga mau memberi jalan dengan membongkar bangunan yang menghalangi jalur mobil.

“Maka pihak pemilik tanah pun dengan siap sedia untuk melebarkan kembali jalannya, begitu perkataan pemilik tanah,” kata pak Masdi/Kacing,

Maka setelah mendengar penjelasan serta alasan dari pemilik tanah melalui pak Masdi/Kacing selaku perwakilan dari warga ke pemilik tanah.

Maka salah satu sesepuh di lingkungan setempat yaitu Bapak Apendi langsung mengajak musyawarah warga untuk menyelesaikan. Dan menyampaikan alasan dari pemilik tanah dengan harapan akses jalan bisa dilalui kendaraan roda 4 kembali seperti semula.

Akhirnya dengan musyawarah tersebut maka didapat kemufakatan bersama, dan warga yang bangunannya menghalangi akses jalan dengan lapang dada bersedia untuk di bongkar sesuai keingin pemilik tanah sebagai jalur depan masuk mobil.

“Ya memang bukan hanya si pemilik tanah saja yang menginginkan tersebut pada dasarnya semua warga sekitar pun sama ingin akses jalan lancar bisa dilalui kendaraan roda 4. Dari mulai depan hingga belakang tanpa ada yang menghalangi dari bangunan warga,” ucap pak Apendi selaku tokoh masyarakat di lingkungan,

“Memang tdak adil jika warga cuma minta pemilik tanah melebarkan kembali akses jalanan, sementara warga sendiri tidak mau memberikannya,” kata pak Apendi.

Akhirnya setelah kedua belah pihak komitmen tanpa menunggu lama warga langsung bergotong royong membongkar bangunan warga yang menghalangi akses jalan. Yang akhirnya dari mulai masuk gang Oleng hingga tembus ke batas sawah sekarang bisa dilalui kendaraan roda 4.

Acep

Leave a Reply