KPK Tetapkan Mensos Tersangka di OTT Suap Bansos Rp 14,5 M, Diminta Serahkan Diri



Foto untuk berita: KPK Tetapkan Mensos Tersangka di OTT Suap Bansos Rp 14,5 M, Diminta Serahkan Diri

Jakarta, Bantenlink.com — KPK diketuai Firli Bahuri menetapkan Mensos Juliari Peter Batubara (JPB) sebagai tersangka Suap Bansos Covid-19 senilai Rp 14,5 miliar. OTT terkait dugaan penerimaan suap para vendor Bansos.

Dalam operasi senyap KPK tersebut diamankan uang dalam 3 mata uang yaitu pecahan rupiah, dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura disimpan di dalam 7 koper, 3 tas ransel dan amplop kecil yang disiapkan 2 orang pejabat Kemensos dibawahnya menjadi barang bukti.

OTT dilakukan KPK terhadap enam orang, yang diamankan antara lain Direktur PT Tiga Pilar Agro Utama Wan Guntar Matheus, Ardian, Harry dan Sanjaya selaku pihak swasta serta Shelvy N sebagai Sekretaris di Kemensos.

“KPK menetapkan status tersangka 4 lainnya sebagai penerima suap yakni pejabat Kemensos yang terjaring OTT,” ucap Ketua KPK, Firli Bahuri dalam Konferensi Pers di Gedung Merah Putih, Sabtu (5/12/2020), dini hari.

Ada 4 orang tersangka yang tertangkap tangan yakni, 2 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bansos Covid-19 Kemensos, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Sebanyak 2 orang tertangkap lainnya yaitu Ardian dan Harry Sidabuke yang merupakan rekanan supplier.

“KPK menetapkan 5 (lima) orang tersangka, sebagai penerima JPB, MJS, AW. Sebagai pemberi AIM dan HS. Dugaan korupsi PPK telah menerima hadiah dari para Vendor PBJ (pengadaan barang dan jasa ) Bansos di Kementerian Sosial RI dalam Penanganan Pandemi COVID-19,” jelas Firli.

Empat tertangkap tangan dalam kasus ini antara lain pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Sosial (Kemensos) yaitu Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta.

Namun, sebab Juliari tak ikut terjaring OTT Kenyang digelar sejak Jum’at 4 Desember 2020 malam. Sejak ditetapkan sebagai tersangka Juliari Peter diminta secepatnya untuk menyerahkan diri ke KPK.

Sebagai penerima suap, Juliari dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan sebagai pemberi suap, Ardian dan Harry dijerat Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tim

Leave a Reply