Ketaatan ke Guru, Pendiri YMDAI Gelar Haul ke-22 Syekh Tb Ahmad Kadzim Asnawi Caringin



Ketaatan ke Guru, Pendiri YMDAI Gelar Haul ke-22 Syekh Tb Ahmad Kadzim Asnawi Caringin

TANGERANG, Bantenlink.com — Sebagai ketaatan kepada guru, pendiri Yayasan Majlis Dzikir Al Ikhlas (YMDAI) Kabupaten-Kota Tangerang Banten, Ustadz Habibullah Al Faqir Endang Haryana Tajuddin Syarif Al Bantany, memperingati Haul Ke-22 Tuan Syekh Tb. Ahmad Khadzim bin Syekh Tubagus Asnawi Caringin.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin 28 September 2020 ba’da shalat Isya di aula pondok pesantren di kawasan kampung Manukung, Desa Rancabuaya, Kecamatan Jambe itu diisi dengan pengajian Dzikir Bersama dan Doa Bersama yang dipimpin Ustadz Habibullah Al Faqir Endang Haryana Tajuddin Syarif Al Bantany.

Dalam acara Haul Ke-22 Syekh Tb Ahmad Kadzim Asnawi Caringin itu para kiyai dan santri Pondok Pesantren Yayasan Majlis Dzikir Al Ikhlas tampak dengan khusuk mengikutinya. Selain itu, tampak para Ikhwan dari komunitas Thoriqoh Qodiriyah Wa Naqsabandiyah Serba Bakti Suryalaya Wilayah Tangerang Raya dibawah pimpinan Ustadz Aspani juga mengikuti rangkaian Dzikir berdasarkan tuntunan tarekat Tuan Syekh Abdul Qodir Jailany itu.

Ustadz Endang Haryana Tajuddin Syarif selaku Pendiri dan Pembina YMDAI, mengatakan ketaqwaan kepada Allah SWT dilakukan dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya sesuai yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. Terkait kegiatan Haul Syekh Tb. Ahmad Khadzim Asnawi sendiri, sebagai bentuk mengingat guru tarekat dan melanjutkan yang telah diajarkannya. Sepeninggal Tuan Syekh Tb Ahmad Kadzim Asnawi Caringin 22 tahun lalu, Ustadz Endang Haryana Tajuddin Syarif sendiri telah memiliki Pondok Pesantren Majlis Dzikir Al Ikhlas yang sejak awal berdirinya untuk menyebarluaskan ilmu melalui Dzikir Tarekat Qadiriyah Wa Naqsabandiyah.

“Sewaktu masih menyantri dengan mama Syekh Tb. Ahmad Khadzim Asnawi, saya pernah bertekat untuk bisa berbuat melanjutkan Pondok Pesantren Nadzwatu Dzikri di Menes, Pandeglang, Banten. Alhamdulillah, saat ini sejak tahun 2013 di Tangerang sudah dikembangkan Thoriqoh Qadiriyah Wa Naqsabandiyah sebagaimana yang dikembangkan Syekh Tb. Ahmad Khadzim Asnawi yakni Majlis Dzikir Al Ikhlas. Disini pun dilaksanakan Pendidikan Formal dan kegiatan pengembangan kemasyarakatab,” ungkap guru yang akrab disapa Kiyai Habibullah Al Faqir itu dalam sambutannya.

Di bagian lain disebutkannya, pengabdian kepada guru dalam wujud ketaatan dan menjalankan guru yang tak terbatas, ridhonya merupakan kunci pembuka keberkahan dari Allah Azza Wa Jalla.

“Ketaatan dan menjalankan guru yang tak terbatas, ridhonya merupakan kunci pembuka keberkahan dari Allah Azza Wa Jalla. Sehingga jangan pernah melupakan jasa-jasa guru,” tegasnya.

Acara Haul Ke-22 Tuan Syekh Tb. Ahmad Khadzim bin Syekh Tubagus Asnawi Caringin diawali Sholawat Bersama dilanjutkan pembacaan Kitab Suci Al Qur’an. Selanjutnya diteruskan dengan pembacaan do’a-do’a dari Ayat Suci Al Qur’an, pembacaan silsilah guru-guru atau ulama Thariqah Qadiriyah Wa Naqsabandiyah yang diajarkan Syekh Abdul Qodir Al Jailany. Seusai Sholawat, Dzikir dan Doa Bersama, kegiatan Haul Ke-22 Tuan Syekh Tb. Ahmad Khadzim bin Syekh Tubagus Asnawi Caringin Yayasan Majlis Dzikir Al Ikhlas (YMDAI) Kabupaten-Kota Tangerang Banten itu ditutup dengan beramah tamah dan makan bersama.

EDY

Leave a Reply