BPTP Jambi: Kostratani Optimalkan BPP Sebagai Pusat Pembangunan Pertanian, Gerakan Bersama Berbagai Pihak



 

BPTP Jambi menggelar sosialisasi Kostratani yang dicanangkan Menteri Sahrul Yasin Limpo yang dilaksanakan di aula BPP Kecamatan Sungai Gelam, Kecamatan Muaro. Jambi, Selasa (8/9/2020)

OLEH IR MARLINA SUSY RANGKUTI

MUARO JAMBI, Bantenlink.com — Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian) merupakan program yang dicanangkan Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo, bertujuan mengoptimalkan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Seiring dengan dinamika adanya pemotongan anggaran untuk Covid 19, program ini membangunkan semua pelaksana pembangunan pertanian. BPP sebagai pusat atau titik simpul pembangunan pertanian. Menjadi satu pegangan atau satu persepsi semua pihak bahwa pembangunan pertanian berpusat pada BPP.

Kostratani sendiri sebenarnya adalah BPP yang bertransformasi. Salah satunya mesti dilengkapi dengan sarana IT (information technologi) yang fungsinya maksimal dan jaringannya terkoneksi dengan pusat. Tidak hanya selesai dengan program pemerintah, tapi juga harus dilaksanakan harus dengan gerakan bersama atau secara kebersamaan.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi, Dr Rustam SP MSi, mengemukakan hal ini saat membuka sosialisasi Kostratani yang digelar di Aula BPP Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (08/09/2020).

“Kostratani yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian yang baru, adalah strategi pembangunan pertanian yang merupakan gerakan bersama. Karena Pembangunan pertanian tidak hanya selesai dengan program pemerintah, namun juga harus dilaksanakan dengan gerakan bersama atau gerakan kebersamaan yang utuh hingga tingkat kecamatan,” papar Kepala BPTP Jambi, Rustam,dalam sambutannya.

Dalam kesempatan itu, selain menerangkan,  Rustam menayangkan materi Model BPP Kostratani dari Kementerian Pertanian.

Pada kegiatan yang dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muaro Jambi dan jajarannya, Camat Kecamatan Sungai Gelam, Koordinator BPP Sungai Gelam, Danramil, KTNA, Perwakilan KUD, Kepala Desa, Petani, Penyuluh BPP Sungai Gelam dan pegawai BPTP tersebut, Rustam menjelaskan, salah satu agenda BPTP Jambi yang membina BPP Pelayangan di Kota Jambi dan BPP Sungai Gelam di Kabupaten Muaro Jambi, pascapemotongan anggaran yakni  tahapan pembinaan Kostratani Model BPP. Kostratani pasca pemotongan anggaran, Kostratani Model BPP yang berlokasi di sekitar kantor Unit Pelaksana Teknis.

 

Foto bersama seusai sosialisasi Kostratani yang digelar BPTP Jambi, dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muaro Jambi dan jajarannya, Camat Kecamatan Sungai Gelam, Koordinator BPP Sungai Gelam, Danramil, KTNA, Perwakilan KUD, Kepala Desa, Petani, Penyuluh BPP Sungai Gelam dan pegawai BPTP di BPP Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (8/9/2020)

“Sejak pak Sahrul Yasin Limpo diangkat sebagai Menteri  Pertanian yang baru, terdapat 3 tujuan pembangunan pertanian, yaitu menyediakan pangan untuk 267 juta jiwa, peningkatan kesejahteraan petani dan meningkatkan ekspor (Gratieks). Tentunya ini menjadi tanggung jawab semua pihak,” tutur Kepala BPTP Jambi pada kegiatan yang dilanjutkan dengan diskusi itu.

Lebih jauh Rustam menyebutkan, peningkatan produksi merupakan muara dari tujuan pembangunan pertanian. Peningkatan produksi berkualitas unggulan, misalnya di Kecamatan Sungai Gelam  dengan nanas dan cabai merahnya, dapat dipacu dengan penerapan inovasi teknologi yang dapat mendukung kuantitas dan kontinuitas.  Terkait kiprah Kostratani atau BPP bekerja sama dengan BPTP sebagai sumber teknologinya. BPTP sebagai tempat merancang atau menggodok langkah-langkah dalam menghadapi permasalahan. Misalnya, harga cabai pada saat panen raya, juga kegiatan kongkrit melalui pelatihan pascapanen.

“Pasukan atau brigade Kostratani menjadi pusat pembangunan pertanian, berperan besar dalam pembangunan pertanian. Kostratani tidak hanya bisa dilakukan Kementerian Pertanian tapi juga dilaksanakan oleh lembaga lainnya, termasuk lembaga non formal tingkat kecamatan sampai tingkat desa. Kostratani menjadi pusat data dan informasi yang dapat menghasilkan data akurat. Single data yang menyajikan data yang dibutuhkan dalam menyiapkan kebutuhan benih dan pupuk sesuai luas tanam yang ada. Fungsi BPP yang bertransformasi menjadi kostratani mendukung program esselon I seperti Gratieks, Propaktani, Grasida dan Sikomandan yang disesuaikan dengan komoditas spesifik lokasi kecamatan. Operasional IT merupakan kata kunci bertransformasinya BPP menjadi Kostratani. Ditandai dengan transformasi fungsi yang maksimal dan koneksi jaringan dengan AW (Agricultural War Room) Pusat,” terangnya.

Menutup pemaparan materinya, Kepala BPTP Jambi juga menyampaikan agar  segera direalisasikan pembuatan atau pemasangan papan merk dan spanduk Kostratani di BPP Sungai Gelam.  Hal ini menandakan bahwa sosialisasi Model BPP Kostratani sudah dilaksanakan. Juga digunakan sebagai latar pada acara video conference dengan AWR maupun AOR. Untuk sebagai dasar  hukum, pembentukan tim Kostrada Kabupaten Muaro Jambi dan tim Kostratani Kecamatan Sungai Gelam segera diusulkan oleh Dinas untuk penerbitan Surat Keputusan Bupati. Sebagai tindak lanjut setelah sosialisasi, di tingkat BPP segera dilakukan pelatihan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan, antara lain pelatihan Updating Simluhtan, e-RDKK, CPCL (aplikasi terkoneksi ke AWR Kementan) dan evaluasi data laporan program utama Kementan setiap minggu.

Dinas TPHK Arahkan Lengkapi Prasarana

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHK) Kabupaten Jambi yang diwakili oleh Sekretaris Dinas (Sekdis) TPHK Ir Madong Butar Butar, menyampaikan ucapan terima kasih atas pemaparan yang sangat jelas dari Kepala BPTP Jambi yang menambah pengetahuan bagi Poknal Penyuluh dalam melakukan sosialisasi Model atau percontohan BPP Kostratani di Muaro Jambi.

“Setelah sosialisasi Model Kostratani di BPP Sungai Gelam akan menjadi pemicu bagi 9 BPP lainnya di Muaro Jambi untuk menjadi Kostratani. Kedepannya, komunikasi akan semakin tinggi. Materi sosialisasi diharapkan menjadi acuan berdirinya Kostratani dengan menerapkan indikator yang dipersyaratkan. BPTP pun dapat menjadi narasumber pada sosialisasi di BPP lainnya. Kepala Dinas mengarahkan agar secara berangsur melengkapi prasarana di Dinas maupun di Kostratani untuk mengkondisikan kesiapan operasional Model BPP Kostratani,” beber Sekdis TPHK Kabupaten Jambi.

Sedangkan Sekretaris Camat (Sekcam) Sungai Gelam,  dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan program pemerintah pusat. Dengan dibentuknya model BPP Kostratani di Kecamatan Sungai Gelam diharapkan dapat mendukung perkembangan pertanian di desa-desa khususnya di Kecamatan Sungai Gelam,” ujar Sekcam Sungai Gelam.

Ir. Marlina Susy Rangkuti adalah Penyuluh Pertama di BPTP Jambi

Tags:

Leave a Reply