Bareskrim Polri Razia Karaoke Tangsel, Bukti Lemah Kontrol Perdagangan Orang



Ketua Fraksi Gerindra-PAN DPRD Kota Tangerang Selatan Ahmad Syawqi


TANGSEL, Bantenlink.com — Penggerebekan di tempat karaoke Venesia BSD menjadi bukti lemahnya pencegahan dan pengawasan Pemerintah Kota Tangerang Selatan terhadap praktik perdagangan orang.

“Jika sampai Bareskrim Polri yang melakukan penggrebekan kemarin, ini menunjukkan ada yang salah dengan pencegahan dan pengawasan yang dilakukan oleh Satpol PP. Sehingga menjadi pertanyaan, selama ini Satpol PP ke mana,” jelas Ketua Fraksi Gerindra-PAN DPRD Kota Tangsel Ahmad Syawqi kepada media, Kamis (20/8).

Menurutnya, keberadaan Satpol PP sebagai kepanjangan tangan pemkot amat diperlukan dalam mencegah terjadinya pelanggaran. Jangan sampai ada pihak atau oknum yang main mata untuk melindungi dan melakukan pembiaran.

“Pemkot Tangsel seharusnya melakukan pengawasan yang ketat di tempat hiburan malam. Sebab tempat hiburan malam menjadi tempat yang berpotensi dan rentan terjadi tindakan pidana perdagangan orang,” ujar Ahmad Syawqi.

Karena itu, Fraksi Gerindra-PAN akan meminta kepada ketua DPRD Kota Tangsel segera memanggil kepala Satpol PP untuk memberi penjelasan pengawasan yang dilakukan di tempat hiburan malam di Kota Tangsel.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bareskrim Polri yang telah melakukan penggrebekan tersebut dan mengusut tuntas kasus tersebut,” kata Ahmad Syawqi.

Pada Rabu malam (19/8), Tim Bareskrim Polri menggerebek tempat karaoke Venesia yang diduga kuat melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus eksploitasi seksual. 

Dalam penggerebekan, polisi mengamankan 13 orang yang terdiri dari tujuh muncikari, tiga kasir, satu supervisor, satu manajer operasional, dan satu general manager. 

Sejumlah barang bukti turut disita antara lain kwitansi dua bundel, satu bundel voucher “ladies” tertanggal 19 Agustus 2020, uang Rp 730.000 yang merupakan biaya bookingan “ladies” mulai dari 1 Agustus, tiga unit mesin EDC, dan 12 kotak alat kontrasepsi. Polisi juga mengamankan 47 perempuan yang bekerja sebagai pemandu lagu atau LC. 

Ist/Rls/Da/Ed

Leave a Reply