Kepala BPBD Tangerang: Pegawai Damkar Belum Safety dan Tak Punya Asuransi Memadai



Damkar1

Tangerang | BantenLink – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Agus Suryana, mengharapkan adanya regulasi Pemerintah agar memperhatikan jaminan keselamatan pekerja yang bernaung di instansinya. Pasalnya, pekerjaan yang dulu bernama Damkar (Pemadam Kebakaran) memiliki banyak resiko, sedangkan sejauh ini belum memiliki alat safety (keamanan) dan asuransi yang memadai.

“Jangankan di kita Kabupaten Tangerang, di Jakarta saja masalah keamanan pegawai Damkar masih belum maksimal. Berbeda dengan di Amerika, profesi pegawai Damkar termasuk sangat diminati. Ini terkait jaminan yangmaksimal, baahkan sampai dinikmati anak cucu jika terjadi resiko di dalam menjalankan pekerjaan,” ungkap Agus di kantornya, Senin (29/2/2016) pada bantenlink.com.

Hal ini diungkapkannya seusai serah terima jabatan (Sertijab) dirinya menggantikan Teteng Jumara yang dimutasi tugas ke Dinas Pendidikan setempat. Acara tersebut ditandai dengan peragaan pemadaman kebakaran oleh Agus Suryana dan Teteng Jumara, setelah sebelumnya para pegawai dua instansi itu mendengarkan ceramah agama dan saling menyampaikan ungkapan perpisahan.

Damkar2

“Selain mengharapkan adanya perubahan kesejahteraan dan jaminan keselamatan ‘pasukan’ atau ‘teman-teman’ yang berjumlah 185 orang, saya harus bertanggung jawab empat kali lipat jumlah pegawai. Masalah apa saja dengan istri, anak relawan atau pegawai negeri menjadi tanggung jawab saya sebagai Kepala BPPD. Tapi persoalan ini masih kecil dibandingkan ketika saya masih di Dinas Kebersihan, yang harus bertanggung jawab empat kali 800 orang jumlah pegawainya,” lanjut Agus.

Agus yang sebelumnya menjadi Staf Ahli Bupati A Zaki Iskandar mengatakan, meski merasa kaget dipindahtugaskan ke BPPD, setelah Sertijab langsung bekerja. Terlebih saat ini harus bekerja ekstra keras karena di Kabupaten Tangerang ada 8 titik daerah banjir yang harus ditanganinya. Padahal sebelumnya, selama menjadi Staf Bupati, tupoksinya hanya merumuskan Program-program Unggulan yang akan dituangkan dalam RPJMD (Rencana Pembanguna Jangka Menengah Daerah), dan menggantikan tugas Bupati jika berhalangan.

“Untuk itu saya harus cepat menyesuaikan diri dengan BPPB. Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) yang kami emban, mulai kebakaran, orang tenggelam, angin puting beliung, banjir hingga kekeringan pada musim kemarau. Penanggulangan bencana dengan cepat menjadi tanggung jawab pegawai kami. Karena pekerjaannya sangat beresiko, memang sudah saatnya pemerintah melakukan percepatan untuk perbaikan sistem kerja, keamanan dan keselamatan bagi pegawai BPBD” terangnya.

Damkar3

Disinggung soal program kerja yang segera dilakukannya setelah bertugas di Damkar, Agus menyebut akan melanjutkan rencana kerja Teteng Djunara, sebagai pejabat sebelumnya. Terutama karena mulai bekerja secara efektif di bulan Maret, yang berarti tinggal melanjutkan rencana kerja yang sudah ada.

“Untuk melangkah berdasar perencanaan saya, baru bisa tahun depan. Di level Kepala Badan maping dan SOP (standar operasional sudah ada), jika kecuali terjadi situasi dan kondisional yang berubah. Misalnya, penanganan antara sawah yang banjir dan perumahan yang banjir tentu berbeda,”tandasnya. (edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply