Milad Ke-15 YMDAI Thariqah Qadriyah wa Naqsyabandiah Diisi Dzikir dan Doa Bersama



TANGERANG, Bantenlink.com — Ditandai doa bersama ulama dan masyarakat serta pemotongan tumpeng yang diberikan Ketua I YMDAI Abdul Wahid Aliyuddin Kadzim kepada Ibu Ustadzah Nurdiana Endang Tajuddin Syarif, Sabtu 18 Juli 2020, merupakan Tasyakuran Milad atau Hari Lahir (Harlah) Ke-15 Yayasan Majlis Dzikir Al Ikhlas (YMDAI) dengan lantunan dzikir Thariqah Qadriyah wa Naqsyabandiah.

YMDAI merupakan majlis thariqat sekaligus lembaga dengan legalitas pemerintah yang bergerak di bidang keagamaan, sosial dan pendidikan, beralamat di Kampung Manukung, Desa Rancabuaya, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten.

Ketua Panitia Milad Ke-15 YMDAI Supri Andriani didampingi Ketua I YMDAI Abdul Wahid Aliyuddin Kadzim, mengatakan kegiatan tasyakuran yang berlangsung di aula sekretariat pusat sebagai wujud memanjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT karena hingga saat ini lembaga yang didirikan dan dibina Al Ustadz Habibullah Al Faqir Illallah Endang Haryana Tajuddin Syarif sejak 2005 ini tanpa terasa sudah menginjak usia 15 tahun.

“Tentu banyak barakoh yang sudah didapatkan datang Allah SWT selama perjalanan Yayasan Majlis Dzikir Al Ikhlas,” katanya dalam sambutan yang kegiatan yang berlangsung hikmat namun dalam suasana akrab dan dipenuhi rasa kekeluargaan itu.

Disebutkannya, namun tasyakuran yang diisi istighosah, tahlil, shalawat serta marhabah bersama, kegiatan Milad ke-15 YMDAI tanpa dihadiri Pembina Al Faqir dan Ketua Yayasan Ustadz Rohimuddin. Untuk itu dimintanya agar dalam kesempatan dipanjatkan doa kehadirat Allah SWT mengangkat sakit yang sedang dirasakan Pembina dan Ketua YMDAI tersebut.

“Yayasan Madjlis Dzikir Al Ikhlas mengemban amanah dan misi syiar dakwah dengan metode dzikir Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiah. Secara berkesinambungan pula melaksanakan kepedualian dengan kegiatan-kegiatan pemberdayaan sumber daya manusia dan melaksanakan upaya pengentasan kemiskinan dan kebodohan,” tutur Supri dalam sambutan singkatnya.

Ditambahkannya, dalam kesempatan itu dirinya selaku mewakili YMDAI, dirinya memohon bersama-sama sudi memanjat doa kehadirat Allah SWT dengan senantiasa diiringi shalawat dan salam bagi Junjungan umat Islam Baginda Rasulullah SAW. yang telah memberikan Rahmad-Nya sehingga YMDAI dapat tetap menjalankan kiprah amanat yang disampaikan guru pendahulu.

Sementara itu, Ustadz Juned yang merupakan ulama di Kampung Manukung didamping RT 07/04 Manaf, memimpin tasyakuran milad atau Harlah YMDAI dengan terlebih dulu memanjatkan ayat suci Alquran dan Nasab Dzikir TQN dari guru atau mursyid. Diantaranya bersanad kepada Syaikh Tubagus Ahmad Kadzim Asnawi Menes Banten, Syaikh Ahmad Shahibul Wafa Tajjul ‘Arifin (Abah Anom) Tasikmalaya, Syaikh Ahmad Hasan Harahap Tapanuli Selaran dan Abah Adang Syarifuddin Falaq Pagentongan Bogor.

Sebagai mana diketahui, pendiri dan pembina YMDAI Al Ustadz Habibullah Al Faqir Illallah Endang Haryana Tajuddin Syarif setelah mendapat ijazah dari para mursyid mengemban amanah untuk melanjutkan syi’ar Islam dan dzikir dengan metode TQN sekaligus memgabdikan diri untuk kegiatan-kegiatan pendidikan bakti sosial di kalangan masyarakat.

EDY TANJUNG

Leave a Reply