Atasi Parkiran Truk, Muhlis PDIP: Perlu Tempat Parkir dan Ketegasan Aparat



Banyaknya truk yang mengantri masuk penambangan batu di Bogor membuat jala Legoh arah Parungpanjang macet pada malam hari.

TANGERANG, Bantenlink.com — Kemacetan yang mengundang bahaya terjadi setiap menjelang malam di jalan Legok arah Parungpanjang yang mencakup Desa Caringin, Desa Malangnengah dan Desa Cirarab Kabupaten Tangerang. Kenderaan mobil pribadi dan sepeda berebut dengan truk angkutan parkir yang parkir hingga ke tengah jalan.

Muhlis SH yang merupakan anggota DPRD Provinsi Banten membenarkan pemandangan semberawut pada malam hari seperti itu. Disebutkannya, kemacetan yang mengundang bahaya lalu lintas itu sudah berlangsung lama.

“Iya, kemacetan jalan pada sore menjelang malam menjadi pemandangan rutin di jalan raya Legok-Parungpanjang sejak 2018, setelah diberlakukannya pelarangan beroperasinya truk angkutan pada siang hari dan hanya bisa beroperasi pada malam hari,” ungkapnya, Jumat (12/6/2020).

Untuk itu Anggota DPRD dari PDIP menginginkan secepatnya diwujudkan solusi agar tidak ada lagi kemacetan jalan raya yang suasananya baru akan sepi pada sekitar pukul 22.00 WIB itu dengan pembuatan kantong parkir maupun ketegasan petugas atau aparat dalam menjalankan peraturan.

“Agar tidak macet seharusnya dibuat kantong parkir di pinggir jalan. Masalah macet akibat banyaknya truk beroperasi secara bersamaan ini sebenarnya sudah menjadi bahasan sejak diberlakukan pembatasan jam operasi truk. Dengan sangat mendesaknya adanya kantong parkir tersebut, secepatnya pemerintah Provinsi Banten harus membuatkannya,” paparnya.

Selain mendesaknya dibuat kantong parkir di jalan raya Legok-Parungpanjang, tambah Muhlis, juga diperlukan ketegasan petugas untuk menindak tegas supir truk yang melakukan pelanggaran.

“Tidak boleh parkir atau antri di sembarangan tempat atau di pinggir jalan yang mengakibatkan kemacetan serta mengundang bahaya karena kenderaan pribadi dan sepeda motor yang juga masih melintas,” tandasnya.

EDY

Leave a Reply