BKM ‘Pagedangan Mandiri’ Benahi Pasar, Sentra Kuliner dan TPST

Foto: Edy

Foto: Edy

TANGERANG | bantenlink -Desa Pagedangan akan terkenal dengan ikon Pasar Desa, Sentra Kuliner dan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu ( TPST) yang berada di atas lahan 4000 meter. Setidaknya, tak lepas dari peranan Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) ‘Pagedangan Mandiri’, H Munawar. Menurutnya, secara manajemen sudah sangat baik.

“Pasar Desa, Sentra Kuliner dan TPST dikelola sebagai Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Kami harapkan, dari sinilah salah satu awal terbangunnya kemandirian Desa Pagedangan karena pengelolaannya terbilang baik,” ucap H Munawar saat disambangi di kantornya pekan silam.

Dengan adanya Pasar, Sentra Kuliner dan TPST, lanjutnya, BKM sudah sanggup menggaji 2 tenaga kerja pengelola sampah masing-masing Rp 1,2 juta per bulan yang diambil dari iuran masyarakat. Tugasnya, 2 hari sekali menarik sampah warga 2 RW di kampung Cicayur dengan 2 gerobak motor Viar.

Keuntungan dapat diambil dari selisih biaya pendapatan dan pengeluaran sampah. Setelah dipilah sampah basah menjadi kompos, kemudian dicacah dengan mesin. Sedang plastik bernilai ekonomis yang dapat dijual perkilo.



H Munawar mengatakan, BKM Pagedangan Mandiri berterima kasih pada pemerintah karena baru-baru ini mendapat kucuran dana senilai Rp 350 juta dari Bansos APBD Kabupaten Tangerang. Sebanyak Rp 200 juta dialokasikan untuk pembangunan pasar, 135 juta untuk sarana pendukung TPST seperti membeli 3 unit mesin cacah kompos, pemagaran dan pembuatan bak-bak sampah, serta Rp 15 juta untuk biaya operasinal dan pelatihan SDM.

“Jadi, terbangunlah pasar dengan luas bangunan lahan bawah 420 meter persegi, sedang luas konstruksi atas menjadi 560 meter persegi. Awalnya kami merencanakan membuat 42 kios, tapi karena dananya kurang kami membangun secukup uang ,” terang Ketua BKM yang berprofesi guru ini.

Dana pemerintah sendiri hanya stimulus saja, BKM Pagedangan Mandiri selanjutnya akan memaksimalkan dana sewa kios yang berasal dari masyarakat. Merupakan keberuntungan saat ini ada komunitas pecinta burung yang menyewa tempat pada setiap hari Sabtu .

Sedang untuk kios Sentra kuliner 5 cukup produktif, diantaranya sudah dikontrak masing-masing Rp 6 juta pertahun. Saat ini dana yang didapat dari penyewaan kios itu, akan digunakan untuk merehabilitasi saung kuliner agar terlihat semakin luas.

Hal ini telah dikonsultasikan pula dengan Kades Pagedangan H Ahmad Anwar.Kondisi tersebut pun juga sudah disurvei seorang pejabat Bappeda Kabupaten Tangerang bernama Efi. Kata H Munawar yang bersangkutan telah meliat konstruksi atap yang melebihi target menjadi 560 meter persegi.

“Mudah-mudahan penampilan Saung Kuliner Pagedangan akan lebih baik pada bulan Maret mendatang. Kami buat landmark atau ikon yang berciri khas pedesaan Pagar di pagar dengan merek PLPBK. Melihat antusiasme masyarakat ingin menyewa tempat di Pasar Pagedangan bulan Maret ini kami segera melaunchingnya,” terang H Munawar.

H Munawar mengakui, memang terkadang ada saja hambatan dalam melaksanakan tugas mulianya di BKM. Kadang bisa diawal, di tengah ataupun di akhir pekerjaan. Namun dianggapnya itu sebagai hal biasa, dan tantangan dalam mencapai kesuksesan dalam memajukan Desa Pagedangan. (edy)

Edy Tanjung

Author: 

Leave a Reply