Senjakala Airin-Ben, Gerindra: Semoga 2021 Tangsel Dapat Pemimpin Benar-benar Bekerja



Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Tangerang Abdul Rahman

TANGSEL, Bantenlink.com — Gebrakan kebijakan Walikota Tangerang Selatan bersama wakilnya, Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davni, dalam menyelamatkan roda perekonomian di wilayahnya yang ambruk dinilai belum muncul. Keduanya tampaknya hanya larut dalam seremoni pembagian bantuan sosial (Bansos). Inilah senjakala Airin dan Ben di Tangsel, semoga 2021 nanti Tangsel mendapatkan pemimpin yang benar-benar mau bekerja untuk masyarakat.

Ketua Fraksi Partai Gerindra-PAN DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Abdul Rahman, Jumat (15/4/2020), mengatakan
Pandemi COVID-19 menjadi ujian bagi duet kepemimpinan Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie.

“Ketidakhadiran kebijakan pemimpin untuk menyelamatkan sektor perekonomian Tangsel yang ditopang perdagangan dan jasa dinilai mentoknya kualitas kepemimpinan Airin-Ben. Terlebih, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah berdampak signifikan bagi pelaku usaha juga masyarakat,” ungkapnya.

Abdul Rahman menjelaskan PSBB yang membatasi beberapa sektor kegiatan usaha berdampak melemahnya daya beli masyarakat, karena pelaku usaha yang tidak dikecualikan dalam kebijakan tersebut terhenti sementara operasionalnya.

“Disinilah peran penting seorang kepala daerah. Airin-Ben sangat diharapkan membuat suatu kebijakan yang bisa menggerakan dunia usaha,” kata Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra-PAN DPRD Tangsel) itu

Namun menurut Abdul Rahman, melihat rekam jejak 10 tahun duet kepemimpinan Airin-Ben, kebijakan yang diharapkan tersebut hanya harapan belaka. Bahkan, ia menilai, Tangsel menjadi kota yang seperti berjalan sendiri tanpa pemimpin (auto pilot).

“Saya berikan contoh sederhana soal pendataan masyarakat terdampak COVID-19 yang akan menerima bansos. Carut marut dalam distribusi bansos membuktikan bahwa Pemkot Tangsel gagap teknologi dan gagal memahami penderitaan masyarakat. Padahal motto kota begitu mentereng, yakni cerdas, modern dan religius. Tetapi kenyataan sangat terbalik,” tuturnya dengan nada kecewa.

Lebih jauh dijelaskannya, Kota Tangsel telah memberlakukan PSBB selama hampir satu bulan. Namun, masyarakat hanya dituntut kepatuhannya, sementara, kebutuhan dasar mereka yang merupakan hak masih terabaikan.

“Dalihnya karena masih pendataan. Airin-Ben hanya bisa larut dalam seremoni pembagian bansos dari pusat tanpa bisa membuat suatu legacy (kebijakan) bagi masyarakat. Pemimpin itu yang dilihat adalah kebijakannya yang pro rakyat bukan pemimpin yang hanya bisa tebar pesona,” kata Abdul Rahman.

Dinilainya, kondisi demikian mengisyaratkan akhir dari karier politik Airin-Ben. Meski Ben kembali mencalonkan diri di Pilkada Tangsel 2020, namun, kata dia, masyarakat sudah cerdas memberikan penilaian.

“Mungkin inilah senja kala Airin-Ben di Tangsel, sehingga 2021 nanti Tangsel perlu pemimpin yang benar-benar mau bekerja untuk masyarakat,” pungkas Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra-PAN DPRD Kota Tangerang Selatan.

/Rl/Da/Ed

Leave a Reply