Tunggu Jatuh Korban? Rispanel PKS Cap Pemerintah-Pemda Lambat Salurkan Bansos



Rispanel Arya memberikan bantuan sembako yang bersumber dari dana pribadi

TANGERANG, Bantenlink.com — Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Rispanel Arya, menilai PSBB tidak efektif dan hanya menunggu korban. Hal tersebut disampaikannya terkait hingga 17 hari pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) namun bantuan yang diturunkan Pemerintah baru sangat sangat sangat sedikit.

“Sejak PSBB diberlakukan dan diperpanjang selama Sudah 17 hari, bantuan yang dijanjikan Pemerintah hingga kini belum juga diterima masyarakat. Contohnya yang terjadi di masyarakat wilayah Binong dan desa desa lainnya di Kabupaten Tangerang. Padahal para warga sejak awal PSBB sudah didata, namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan diturunkan bantuan. Mirisnya, warga tersebut dilarang keluar rumah untuk bekerja,” beber Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu pada Bantenlink.com, Sabtu (9/5/2020)

“Apa harus berjatuhan korban akibat kelaparan dulu baru bantuan diturunkan,” ucap Rispanel Arya menyuarakan apa yang disampaikan warga masyarakat kepadanya.

Lebih jauh dia paparkan, dari data yang direkap, total calon penerima BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) total di Kecamatan Curug Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berjumlah sebanyak 1.044 KPM, dengan perincian jumlah di Desa Kadu Jaya 153 KPM, Kelurahan Binong 69 KPM. Desa Kadu 150 KPM. Desa Curug Wetan 268 KPM, Kelurahan Sukabakti 113 KPM, Kelurahan Curug Kulon 166 KPM dan Desa Cukanggalih 125 KPM.

“Kan aneh, yang didengungkan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 438 Miliar, tapi di Kelurahan Binong yang mempunyai warga sekitar 70.000 jiwa atau hampir separuh dari warga Kecamatan Curug saja hanya dijatah 69 KPM,” imbuh Rispanel merasa kecewa.

Warga yang menunggu bansos dari pemerintah

Miri

Bukan itu saja, dicontohkannya,dari anggaran tersebut hingga saat ini tidak jelas penggunaannya karena belum sampai kepada masyarakat dan petugas medis di RSU , RSUD dan Puskesmas masih kekurangan APD. Pihak yang bertugas di bidang kesehatan pun masih meminta dan mengandalkan bantuan-bantuan para donatur untuk pengadaan APD.

“Lebih Kasihannya lagi, para ketua RT dan RW harus berhadapan dengan masyarakat yang selalu bertanya kapan bantuan akan diterima. Ketua RT dan RW tidak bisa menjawab. Terutama lantaran setiap RT jumlah penerima dibatasi hanya 2-3 orang saja,” nilai Rispanel Arya lagi dalam kapasistasnya sebagai controling di DPRD.

Terkait PSBB yang tidak efektif itu wakil rakyat yang menjalani dua periode ini angkat bicara agar PSBb dihentikan. Alasannya hanya membuang-buang anggaran saja.

“Petugas di check point hanya memeriksa kendaraan yg lewat hanya diwaktu waktu tertentu saja, petugas medis yang seharusnya bekerja di Puskesmas diterjunkan dititik check point,” ungkap mantan pekerja di rumah sakit itu.

Di penghujung Rispanel menyarankan agar yang harus dilakukan adalah Protokol Covid-19 yang diperketat. Durinya menekankan dalam penanganan Covid-19 agar terus mewajibkan pemakaian masker, jika perlu ditambah Face shield, jaga jarak , cuci tangan dan lainnya.

“Masyarakat sudah banyak yang tidak bekerja, mereka tidak boleh keluar rumah tapi tidak diberi bantuan. Jika ini berlarut pemerintah dan Pemda bisa dianggap Dzholim terhadap masyarakat nya. Saya prohatin mengamati, Pemda belum punya call centre tempat pengaduan masyarakat terkait bantuan sosial yang belum sampai dan untuk meminta bantuan untuk segera dikirim,” tandasnya.

EDY TANJUNG

Dengan segala upaya dari pribadi Rispanel PKS mengulurkan bantuan kepada masyarakat

Pengemudi ojek online dan ojek pangkalan yang terpapar dampak pandemik Covid-19 menjadi perhatian Rispanel Arya

Leave a Reply